Ekspor Maluku Januari–Februari 2026 Didominasi Ikan dan Udang

  • 06 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kelompok ikan dan udang memberikan peran penuh terhadap ekspor Maluku pada periode Januari–Februari 2026. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia menyebut nilai ekspor periode Januari–Februari 2026 mencapai US$ 10,68 juta, turun 0,70 persen dibanding Januari–Februari 2025 yang sebesar US$ 10,75 juta.

“Penurunan ekspor ini disebabkan menurunnya nilai ekspor non-migas. kelompok bahan bakar mineral tidak mencatatkan kegiatan ekspor pada periode tersebut,” kata Pattiwaellapia dalam paparannya.

Dikatakan, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 10,11 juta atau 94,66 persen. Hongkong menempati posisi kedua sebesar US$ 0,57 juta atau 5,34 persen, sementara tidak ada ekspor ke kawasan di luar Asia.

Seluruh komoditas yang diekspor ke Tiongkok dan Hongkong berasal dari non-migas berupa ikan dan udang. “Total nilai ekspor periode Januari–Februari 2026 turun US$ 0,08 juta dibanding periode sama tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dari beberapa pelabuhan di Maluku tambah Pattiwaellapia, ekspor hanya dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon sebesar US$ 10,68 juta atau 100 persen. Pelabuhan lainnya seperti Tual, Dobo, Bandara Pattimura, Bula, dan Lirang tidak mencatatkan aktivitas ekspor.

“Jika dibandingkan periode sama tahun 2025, ekspor melalui Yos Sudarso turun dari US$ 10,57 juta. Sedangkan Pelabuhan Tual pada 2025 mencatat US$ 0,19 juta, dan pada Februari 2026 ekspor hanya melalui Yos Sudarso sebesar US$ 5,46 juta, turun 8,74 persen dibanding Februari 2025,” tuturnya menutup paparan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....