Revitalisasi Bahasa Daerah Terkendala Waktu, Peran Keluarga Dinilai Krusial
- 02 Apr 2026 14:23 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Program revitalisasi bahasa daerah di Maluku dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan waktu dalam membentuk penutur aktif di kalangan generasi muda.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kity Karenisa kepada RRImenyampaikan, waktu yang tersedia belum cukup untuk meningkatkan kemampuan berbahasa daerah secara maksimal. Kondisi ini terutama dirasakan pada anak-anak yang belum memiliki dasar berbahasa daerah dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk menjadi penutur aktif.
“Sementara program revitalisasi ini memiliki keterbatasan durasi pelaksanaan,” kata Karenisa.
Berbagai pendekatan kreatif terus digencarkan melalui kegiatan mendongeng, berpidato, menulis cerpen, hingga membuat puisi dan lagu dalam bahasa daerah demi meningkatkan kemampuan generasi muda. Meski demikian, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif bagi anak-anak yang sudah memiliki kemampuan dasar berbahasa daerah.
“Hal ini membuat hasil yang dicapai belum sepenuhnya maksimal,” ujarnya.
Olehnya itu ia mendorong adanya peran keluarga dalam pelestarian bahasa daerah. Ia menila, bahasa ibu (bahasa pertama/asli) perlu digunakan kembali dalam lingkungan rumah, agar dapat diwariskan secara alami guna mendukung pelestarian bahasa daerah.
“Selama ini, program revitalisasi lebih banyak berfokus pada kerja sama dengan sekolah. Ke depan, pelibatan komunitas dan keluarga diharapkan dapat diperkuat untuk mendukung pelestarian bahasa daerah,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....