Tahun Ini, Sembilan Bahasa Daerah Maluku Direvitalisasi

  • 02 Apr 2026 14:02 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Upaya pelestarian bahasa daerah di Provinsi Maluku terus diperkuat. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kity Karenisa mengungkapkan hingga tahun 2026, jumlah bahasa daerah yang direvitalisasi meningkat menjadi sembilan bahasa.

Menurutnya, Maluku yang memiliki sekitar 71 bahasa daerah masih menghadapi tantangan besar dalam pelestarian bahasa. Hingga tahun 2025, revitalisasi baru menyasar lima bahasa, dan tahun ini ada tambahan enam bahasa berdasarkan usulan pemerintah daerah.

“Adanya penambahan revitalisasi Bahasa ini berdasarkan usulan dari pemda yang bekerja sama dengan kami,” ujar Kity Karenisa.

Dijelaskan, bahasa yang direvitalisasi antara lain bahasa Buru di Kabupaten Buru, bahasa Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, serta bahasa Yamdena di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah memasuki tahun ketiga revitalisasi.

Selain itu, revitalisasi juga dilakukan terhadap bahasa Tarangan Barat dan Manombay di Kepulauan Kei, bahasa Seram atau Seran dan bahasa Elnama di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Sementara di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dilakukan revitalisasi bahasa Moa, dan di Maluku Tengah difokuskan pada bahasa Hitu.

Ditambahkan, keberhasilan pelestarian bahasa daerah sangat bergantung pada peran pemerintah daerah, keluarga dan komunitas. “Bahasa daerah harus kembali ke rumah, ke keluarga. Di situlah bahasa ibu pertama kali digunakan dan diwariskan,” ucapnya dengan tegas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....