Inflasi Maluku Maret 2026 Turun Jadi 3,40 Persen, Ambon Terendah
- 01 Apr 2026 18:32 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat inflasi tahun ke tahun (year on year/y-on-y) pada Maret 2026 sebesar 3,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,46. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat sebesar 5,97 persen.
Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia dalam paparannya Rabu 1 April 2026 menjelaskan, dari tiga kota IHK di Maluku, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 5,69 persen dengan IHK 112,89. Disusul Kabupaten Maluku Tengah sebesar 3,44 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Ambon sebesar 3,19 persen dengan IHK 111,76.
Menurutnya, inflasi y-on-y dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 9,55 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya 8,10 persen, serta kesehatan 5,68 persen.
"Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,37 persen, pendidikan 2,84 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,54 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,42 persen, transportasi 0,67 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,64 persen. Sementara kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,18 persen," kata Pattiwaellapia merincikan.
Dijelaskan, sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi y-on-y antara lain tarif listrik, emas perhiasan, bawang merah, beras, cabai rawit, sigaret kretek mesin, ikan cakalang, cabai merah, hingga daging ayam ras. Selain itu, tarif rumah sakit, angkutan udara, serta biaya pendidikan juga turut menyumbang inflasi.
Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m), Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,75 persen pada Maret 2026.
Deflasi terutama dipengaruhi penurunan harga sejumlah komoditas seperti ikan layang, ikan selar, ikan tongkol, ikan tuna, buncis, kacang panjang, tomat, serta tarif angkutan laut.
"Komoditas lain yang turut menyumbang deflasi di antaranya bawang merah, emas perhiasan, telepon seluler, bawang putih, hingga ikan kembung dan talas," ujar Pattiwaellapia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....