Dua Hari Kosong, Pertalite di Leihitu Kembali Tersedia
- 01 Apr 2026 16:04 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Setelah sempat mengalami kekosongan selama dua hari, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite akhirnya kembali dijual oleh sejumlah pedagang pengecer di wilayah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Masuknya Pertalite ini disambut lega oleh masyarakat di wilayah tersebut. Sebelumnya para pengojek sempat kecewa karena kelangkaan Pertalite mengakibatkan aktivitas mereka menjadi terkendala.
Salah satu warga Leihitu, Zainal Arifin mengungkapkan bahwa kondisi ini cukup menyulitkan, terutama bagi para pengojek dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada BBM untuk operasional mereka.
"Dua hari sebelumnya Pertalite di wilayah Leihitu kosong. Tapi Alhamdulillah, hari ini sudah kembali tersedia dan dijual sejumlah pedagang pengecer," kata Zainal Arifin, Rabu, 1 Maret 2026
Sebelumnya diberitakan, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di kawasan Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dalam beberapa hari terakhir ini kosong. Tak satupun warga yang menjual pertalite eceran seperti hari-hari sebelumnya.
Kondisi ini membuat para pengemudi ojek konvesional harus menahan kecewa karena tidak bisa beroperasi secara maksimal.
Pertalite yang biasanya dijual para pedagang pengecer di Leihitu dibeli dari sejumlah SPBU di wilayah Kota Ambon. Namun, antrean panjang
di SPBU beberapa hari terakhir ini berdampak pada kelangkaan Pertalite di wilayah Leihitu.
Salah satu pengojek, Husen, mengaku sudah mencari hingga ke empat desa tetangga namun tidak berhasil mendapatkan Pertalite.
"Dari kemarin beta cari di Negeri Kaitetu, Hila, Wakal sampai Hitu namun tidak berhasil mendapatkan Pertalite. Mau tidak mau, ya beta berhenti mancari (narik) karena motor hampir kehabisan minyak," kata Husen, Selasa siang, 31 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi ini sangat berdampak pada pendapatannya. Ia biasanya bisa membawa pulang uang untuk kebutuhan keluarga, namun sejak kemarin harus istirahat karena keterbatasan bahan bakar.
"Mau ke kota Ambon untuk antre di SPBU, tapi kalau pergi, pasti kehabisan pertalite di dalam perjalanan," ujarnya
Hal serupa juga dirasakan pengojek lainnya. Mereka berharap pihak terkait dapat mengatasi kelangkaan pertalite di Leihitu agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.
"Semoga dalam waktu dekat kelangkaan pertalite ini bisa diatasi. Karena kami sangat mengalami keterbatasan bahan bakar," kata sejumlah pengojek
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....