Luas Tambah Tanam Padi Maluku Tembus 84,47 Persen

  • 31 Mar 2026 18:15 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Maluku, Gunawan mengatakan, hingga kini, pihaknya terus memperkuat percepatan swasembada pangan melalui sejumlah langkah strategis. Ia mengaku, per 27 Maret 2026, capaian luas tambah tanam (LTT) padi di Provinsi Maluku telah mencapai 84,47 persen

"Angka ini menjadi indikator positif dalam upaya percepatan swasembada pangan di Maluku," kata Gunawan dalam rapat strategis percepatan swasembada pangan yang digelar di AOR BRMP, Selasa, 31 Maret 2026

Menurutnya, angka 84,47 persen ini telah menunjukan capaian yang cukup signifikan. Tentu, upaya maksimal tetap dilakukan untuk mencapai target penuh. Dan yang perlu dilakukan adalah kerja kolaboratif dan konsistensi di lapangan sebagai kunci utama dalam mengakselerasi program strategis nasional di sektor pertanian.

"Capaian ini sudah cukup baik, tetapi kita harus terus menjaga ritme kerja agar target swasembada bisa tercapai secara optimal," ucapnya

Rapat yang dihadiri peserta dari penyuluh pertanian dan penanggung jawab wilayah itu juga menyoroti tentang pentingnya pemerataan distribusi penyuluh pertanian di seluruh wilayah Maluku.

"Penyuluh punya peran sangat krusial sebagai ujung tombak keberhasilan program swasembada pangan, tidak hanya dalam memberikan pendampingan teknis, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator bagi petani," kata Gunawan menambahkan

Sementara itu, pemateri Jacob Mathias yang memaparkan tentang mekanisme Calon Petani Calon Lahan (CPCL) omenekankan pentingnya kelengkapan data CPCL, khususnya untuk komoditas padi dan sistem irigasi di tiap kabupaten.

Dengan kesiapan administrasi yang baik, pengajuan CPCL diharapkan dapat segera direalisasikan sehingga bantuan pemerintah bisa disalurkan secara tepat sasaran kepada petani.

Pembahasan ditutup dengan penegasan pentingnya koordinasi antara penyuluh pertanian dan BRMP Maluku. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan informasi dan kebijakan dari Kementerian Pertanian tersampaikan secara efektif hingga ke tingkat petani.

"Melalui komunikasi yang solid, program percepatan swasembada pangan diyakini dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di Maluku," ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....