Inflasi Tahunan Maluku Februari 2026 Capai 5,97 Persen
- 02 Mar 2026 17:21 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Maluku pada Februari 2026 sebesar 5,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,30. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebesar 4,70 persen.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam paparannya Senin 2 Maret 2026 menyampaikan dari tiga Kota IHK di Maluku, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 6,77 persen dengan IHK 112,47. Sementara Kota Ambon mengalami inflasi 5,94 persen dengan IHK 112,24 dan terendah di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sebesar 5,92 persen dengan IHK 112,38.
"Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi y-on-y terbesar dengan andil 2,44 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,32 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,77 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran turut memberikan andil sebesar 0,15 persen terhadap inflasi tahunan," kata Pattiwaellapia dalam paparannya.
Dirincikan, sejumlah komoditas dominan penyumbang inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, berbagai jenis ikan, bawang merah, beras, cabai rawit dan sigaret kretek mesin. Selain itu, komoditas seperti daging ayam ras, nasi dengan lauk, tarif rumah sakit, biaya akademi atau perguruan tinggi, mobil serta kopi bubuk juga memberi andil terhadap kenaikan harga.
"Sedangkan komoditas yang menyumbang deflasi y-on-y di antaranya bensin, wortel, bawang putih, gula pasir, minyak goreng dan apel," ucap Pattiwaellapia dengan rinci.
Sementara itu, secara month to month (mtm), inflasi Maluku pada Februari 2026 tercatat 0,58 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 0,75 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm antara lain emas perhiasan, buncis, tomat, kacang panjang, cabai merah dan nasi dengan lauk. Selain itu, tarif rumah sakit, tarif angkutan laut dan udara, serta sejumlah komoditas hortikultura dan perikanan turut memengaruhi kenaikan harga bulanan.
"Untuk komoditas penyumbang deflasi mtm diantaranya ikan layang, bawang merah, bensin, cabai rawit dan telur ayam ras. Beberapa komoditas lain seperti sagu, bayam, semangka dan obat dengan resep juga tercatat menahan laju inflasi pada Februari 2026," katanya menutup paparan perkembangan IHK Maluku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....