Petani Milenial Menurun, Regenerasi Pertanian Maluku Terancam

  • 02 Mar 2026 09:55 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda mengungkapkan terjadi penurunan jumlah petani milenial di wilayah Maluku. Berdasarkan data Sensus Pertanian BPS tahun 2023, sebagian besar tenaga kerja pertanian kini didominasi kelompok usia di atas 50 hingga 60 tahun.

“Banyak petani kita sudah berada di usia tidak produktif. Kita membutuhkan alih teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pertanian tetap produktif,” kata Ilham Tauda.

Dikatakan, penurunan jumlah petani muda menjadi perhatian serius karena regenerasi di sektor pertanian sangat dibutuhkan. Hal ini memengaruhi produktivitas dan kesinambungan hasil pertanian di Maluku.

Pemerintah pusat melalui Inpres Nomor 3 Tahun 2025 telah mengatur pendayagunaan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Kebijakan ini menekankan pentingnya penyuluh dalam mendampingi petani agar produktivitas meningkat.

Dengan dialihkannya penyuluh dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian, pendampingan diharapkan lebih intensif dan efektif. “Perubahan status ini juga diharapkan meningkatkan kinerja dan koordinasi antara penyuluh dan petani,” ucapnya penuh harap.

Kadis menekankan perlunya edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petani. Ia berharap generasi muda Maluku dapat terlibat aktif dalam pertanian untuk memastikan keberlanjutan sektor ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....