Pemkot Ambon Diminta Bangun Jembatan di Hulu Sungai Wai Tona Hitu

  • 15 Feb 2026 17:46 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Kota Ambon diminta memberikan perhatian dengan membangun akses jembatan di kawasan hulu sungai Wai Tona Hitu Desa Passo guna mempermudah akses warga menuju lokasi ibadah. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Passo Utara, Pdt. Elvin Alfons/Ifaksasili dalam sambutannya di Persidangan ke-IX Jemaat Passo Utara Tahun 2026, Minggu 15 Februari 2026.

Dikatakan, warga masyarakat yang juga warga jemaat GPM Passo Utara yang berdomisili di Unit 1 Sektor Hermon kerap mengalami kendala saat hendak mengikuti kebaktian minggu maupun kegiatan gereja lainnya, terutama saat musim penghujan akibat tidak adanya jembatan untuk melintasi sungai di kawasan tersebut.

“Kesempatan ini kembali kami serukan kepada Pemerintah Kota agar hal ini dapat diperhatikan,” ujar Pendeta Elvin.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette mengatakan hal ini akan diperjuangkan agar bisa dibangun jembatan sehingga mempermudah akses warga, apalagi permukiman di sisi kiri dan kanan sungai sudah cukup padat. "Mengingat pertumbuhan permukiman yang pesat di sepanjang sisi kiri dan kanan Sungai Wai Tona Hitu, kami akan memperjuangkan pembangunan jembatan dan juga pengaspalan disisi kiri sungai," ujarnya.

Menurutnya, selama ini Pemerintah Kota Ambon juga memprioritaskan program pembangunan, terutama penyediaan air bersih dan peningkatan infrastruktur di wilayah Passo dan sekitarnya.

Menurutnya, sejumlah titik air bersih telah diresmikan, termasuk di kawasan belakang Kantor Klasis Pulau Ambon Timur dan wilayah Passo-Larier. Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan pengaspalan jalan lorong-lorong di kawasan Passo.

Selain infrastruktur lingkungan lanjutnya, Pemkot Ambon juga merencanakan penataan pusat pemerintahan. Salah satu opsi yang dikaji adalah mengalihfungsikan terminal transit menjadi Balai Kota Ambon, sekaligus menarik pusat pemerintahan ke wilayah Kecamatan Baguala, tepatnya di Negeri Passo.

"Rencana tersebut akan diikuti pembangunan dua hingga tiga unit apartemen di depan Balai Kota, serta peningkatan status Klinik Mata Vlisingen menjadi Rumah Sakit Mata Vlisingen," tuturnya.

Sapulette menambahkan, jika pusat pemerintahan dipindahkan ke Kawasan Passo, masyarakat setempat diharapkan dapat mempersiapkan diri dan berperan aktif dalam mendukung perkembangan wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....