Speedboat di Tanimbar Tenggelam, Tiga Orang Dilaporkan Tewas

  • 10 Feb 2026 16:10 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Speed boat yang melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Larat menuju Desa Karatat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengalami kecelakaan Selasa 10 Februari 2026, sekira pukul 14.00 Wit. 

Speed boat yang dinahkodai Jeki Kalean itu, dihantam gelombang tinggi disertai angin kencang tepat di perairan laut Watmasa. 

Akibat laka laut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, atas nama; Nuria Ubfan (59), Nurhaji Maulana (34), dan Irma Paca (42). Ketiga korban tersebut merupakan warga Desa Karatat. 

"Ia benar. Data sementara yang kita peroleh, tiga orang meninggal dunia. Enam orng selamat, satu orang hilang," ungkap Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah kepada media di via seluler, Selasa sore. 

Menurutnya, cuaca di lokasi kejadian saat ini tidak memungkinkan untuk tim SAR Gabungan untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap satu warga yang hilang. "Tim akan melanjutkan pencarian pukul 05.00 Wit dini hari besok, mengingat cuaca saat ini tidak baik," jelasnya. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini,  laku satu unit speedboat terjadi tepat di perairan laut Watmasa. Tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia. 

Sementara enam orang korban selamat diantarnya, Jeki Kalean (29),  Ardiwiranata Luturmas (26), Abdul Malik Rewul (23), Fathur Rahman Kalean (3), Lepa Sangaji (37) dan Fitri Ngol Ngol (9).  Untuk satu penumpang yang hilang dilaporkan atas nama Iman Kalean (60). Para korban semuanya berasal dari desa Karatat. 

Speedboat tersebut berlayar sekitar pukul 18.00 Wit, dari Pelabuhan Larat menggunakan Speedboat yang di nahkodai Jeki Kalean menuju Desa Karatat. Didalam speedboat tersebut terdapat sembilan penumpang. 

Sekitar pukul 20.00 Wit, saat dalam perjalanan tepatnya diperairan laut Watmasa, tiba-tiba cuaca buruk angin bertiup sangat kencang disertai datangnya gelombang laut yang tinggi sehinga menghantam beberapa kali body perahu Speed Boat hingga terbalik dan tenggelam

Melihat situasi tersebut 10 Orang penumpang panik dan langsung melompat ke air untuk menyelamatkan diri masing-masing. 

Tidak lama kemudian Warga Desa Watmasa yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya membantu para korban laka laut tersebut. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....