Mahasiswa Hukum Unpatti Bagikan Pengalaman Lolos YSEALI
- 09 Feb 2026 06:20 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Alifya A. Arifin, membagikan pengalamannya mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) 2025 dalam obrolan di acara Sore Ceria : G-Star” Pro 2 RRI Ambon bersama Nugroho Prasetyo
Sebagai awardee YSEALI 2025, Alifya menjelaskan bahwa proses pendaftaran program kepemimpinan internasional tersebut tidak serumit yang banyak dibayangkan. Ia menyampaikan bahwa pendaftar tidak diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS.
“Prosesnya sebenarnya cukup sederhana dan bisa diikuti oleh banyak mahasiswa. Tidak perlu tes bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS,” ujar Alifya.
Menurutnya, tahapan seleksi YSEALI diawali dengan pemberkasan, kemudian dilanjutkan dengan pengisian esai, dan diakhiri dengan tahap wawancara. Meski tahapan seleksinya tidak rumit, Alifya mengakui proses pendaftaran hingga akhirnya dinyatakan lolos memerlukan waktu yang cukup panjang.
Ia menyebut, dirinya telah mengikuti proses pendaftaran selama kurang lebih dua tahun sebelum akhirnya dinyatakan lolos dan berkesempatan berangkat sebagai peserta YSEALI 2025.
“Yang cukup menantang itu justru proses menunggunya. Dari daftar sampai benar-benar dinyatakan lolos dan berangkat, butuh kesabaran,” ungkapnya.
Melalui pengalaman yang dibagikan di udara Pro 2 RRI Ambon, Alifya berharap mahasiswa dan anak muda di Maluku tidak ragu untuk mencoba peluang program internasional seperti YSEALI. Ia menekankan pentingnya konsistensi, kesabaran, serta keberanian untuk terus mencoba meski harus melalui proses yang panjang.
Program YSEALI sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Amerika Serikat yang bertujuan membangun jejaring dan kapasitas kepemimpinan pemuda di kawasan Asia Tenggara.
Catatan : Nugroho Prasetyo
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....