BPS: Singapura Dominasi Impor Maluku Sepanjang 2025
- 04 Feb 2026 12:23 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku mencatat kontribusi tertinggi impor Maluku pada periode Januari–Desember 2025 masih didominasi oleh Singapura dengan pangsa 61,61 persen atau senilai US$221,23 juta. Selanjutnya, Malaysia menyumbang 34,87 persen senilai US$125,21 juta, Korea Selatan 2,22 persen senilai US$7,95 juta, dan Tiongkok 1,30 persen atau US$4,67 juta.
“Secara keseluruhan, kontribusi negara-negara ASEAN mencapai 96,48 persen, sementara Asia lainnya sebesar 3,52 persen,” kata Plh. Kepala BPS Provinsi Maluku, Jessica Pupella, Rabu, 4 Februari 2026.
Dikatakan, nilai impor Maluku sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$359,07 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar US$108,15 juta atau 23,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Penurunan nilai impor tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya impor migas yang turun sebesar US$91,42 juta atau 20,51 persen. Sementara itu, impor nonmigas juga mengalami penurunan signifikan sebesar US$16,73 juta atau 78,16 persen.
Pada periode tersebut, komoditas impor Maluku masih didominasi oleh komoditas migas berupa bahan bakar mineral dengan nilai US$354,40 juta. Adapun impor nonmigas tercatat sebesar US$4,67 juta, meliputi plastik lembaran dan kemasan, kotak atau kemasan dari karton, barang tekstil lainnya, mesin untuk keperluan umum maupun khusus, roda kastor termasuk ban, serta peralatan listrik.
Ditambahkan, dari sisi pelabuhan, nilai impor Maluku pada periode Januari–Desember 2025 masih didominasi melalui Pelabuhan Yos Sudarso dengan andil sebesar 99,20 persen, meskipun nilainya mengalami penurunan sebesar 23,42 persen. Sebaliknya, impor melalui Pelabuhan Wahai di Kabupaten Maluku Tengah meningkat 37,67 persen dari US$2,10 juta menjadi US$2,89 juta, dengan kontribusi sebesar 0,80 persen terhadap total impor Maluku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....