SPARTAN BMKG Deteksi Risiko Kebakaran Hutan Maluku
- 04 Feb 2026 10:10 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – BMKG Stasiun Meteorologi Maluku merilis Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) terbaru tertanggal 4 Februari 2026. Produk ini disusun berdasarkan data pengamatan serta model prakiraan cuaca sebagai acuan mitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Maluku.
Informasi tersebut menjadi panduan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat dalam mengantisipasi risiko kebakaran, khususnya pada musim kering.
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa indeks yang digunakan adalah Fine Fuel Moisture Code atau FFMC. Indeks ini menunjukkan tingkat kemudahan bahan-bahan ringan di permukaan tanah untuk terbakar akibat pengaruh kondisi cuaca.
Parameter tersebut mencerminkan tingkat kekeringan serasah, daun kering, rumput, humus permukaan, serta material ringan lain yang mudah memicu api.
Secara umum, kondisi kemudahan terbakar di sebagian besar wilayah Maluku masih berada pada kategori aman hingga sedang. Artinya, potensi terjadinya kebakaran relatif rendah dan bahan bakar alami di permukaan tanah belum terlalu kering.
Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka yang berpotensi memicu api.
Meski begitu, BMKG mencatat adanya peningkatan risiko di sejumlah daerah. Beberapa wilayah seperti Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Buru, serta Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca kering dan berkurangnya kelembapan bahan bakar alami di permukaan tanah.
BMKG mengingatkan bahwa produk SPARTAN bersifat referensi dini sehingga pengguna disarankan terus memantau perkembangan cuaca terkini. Koordinasi dengan dinas terkait, termasuk BPBD, TNI/Polri, dan instansi kehutanan, juga diperlukan untuk langkah pencegahan dan penanganan cepat apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
Prakirawan BMKG Maluku berharap informasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak. Masyarakat diminta lebih bijak dalam beraktivitas di area hutan dan lahan terbuka, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Dengan kerja sama semua pihak, potensi kebakaran hutan dan lahan di Maluku diharapkan dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....