Gempa Mag5.5 di MBD Tidak Berpotensi Tsunami
- 26 Jan 2026 09:19 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pantai Timur Maluku Barat Daya, Maluku, pada Senin 26 Januari 2026 pukul 07.54 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo terbaru M5,2 dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 7,74° Lintang Selatan dan 127,82° Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 49 kilometer arah timur laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 155 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa menengah akibat deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Banda.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa tektonik menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik atau oblique thrust,” ujarnya.
Estimasi peta guncangan (shakemap) menunjukkan getaran dirasakan di wilayah Kepulauan Romang, Moa Lakor, dan Pulau Leti dengan skala intensitas III–IV MMI. Getaran pada skala ini umumnya dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sampai pukul 08.20 WIB, monitoring BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....