Gubernur Hendrik Bicara Promosi Jabatan Hingga Hilirisasi Perikanan
- 10 Mar 2025 18:44 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memastikan promosi jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tidak didasarkan atas unsur suka atau tidak suka, melainkan secara proporsional dan profesional.
Kepastian itu disampaikan Gubernur Hendrik dalam Dialog Aspirasi Maluku bertajuk “Satu Jam Bersama Gubernur Maluku” di Studio Programa Satu RRI Ambon pada Senin, 10 Maret 2025.
Dalam dialog interaktif selama satu jam, Gubernur Hendrik menekankan pentingnya tata kelola birokrasi yang dimulai dengan mengidentifikasi masalah birokrasi, serta manajemen ASN yang jumlahnya kurang lebih 11.500 orang.
"Potensi ASN kita sangat besar, namun apa arti jumlah yang besar ini jika tidak mampu mengelola atau menatanya sehingga bisa memberi kontribusi positif untuk kemajuan Maluku," ingat Gubernur.
Karena itu, dalam pengisian jabatan, promosi, dan mutasi, dirinya bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath lebih mengutamakan kompetensi, kapasitas, dan karakter ASN yang baik.
"Jadi tidak ada lagi promosi jabatan di Provinsi Maluku yang dilakukan karena faktor suka atau tidak suka, dipastikan itu tidak akan terjadi di pemerintahan lima tahun ke depan. Ini agar kita dapat menjadi tim kerja yang memandang Maluku dari visi dan misi yang sama,” tegas Gubernur.

Gubernur Hendrik Lewerissa berbicara dalam Dialog Aspirasi Maluku (foto: Humas Kominfo Maluku)
Menjawab pertanyaan salah satu pendengar soal Investasi, Gubernur Hendrik menjelaskan bahwa dirinya membuka karpet merah untuk Healty Investmen atau investasi yang sehat, yang patuh terhadap semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta membuka kesempatan kepada putra putri daerah untuk bekerja, yang akan berdampak terhadap turunnya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan.
Terkait program Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port yang juga ditanyakan pendengar, Gubernur Hendrik menegaskan bahwa nomenklatur tersebut secara perlahan akan diubah.
“LIN berarti berbicara terkait industrialisasi sektor perikanan dan hilirisasi sektor perikanan, seperti diketahui potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Laut Banda, Seram dan Arafura mensuplai 37% kebtuhan ikan nasional," jelas Gubernur.
"Kita bisa menjadi daerah yang tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tetapi juga diharapkan ada pabrik pengalengan ikan, abon ikan dan sebagainya terkait hasil perikanana dan kelautan,” tambahnya.
Ditegaskan Gubernur, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani salah satu proyek strategis nasional untuk Maluku, yakni Integrated Port atau Pelabuhan Terpadu Maluku, sehingga diharapkan proyek ini benar-benar teralisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....