Hendrik Lewerissa Tunjukan Cerminan Kepemimpinan yang Berintegritas

  • 11 Feb 2025 11:49 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Sejumlah aktivis dan masyarakat sipil mengapresiasi langkah Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku terpilih, yang menolak menggunakan uang daerah untuk keperluan resepsi pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Maluku di Istana Negara, Jakarta, 20 Februari 2025 mendatang.

Keputusan ini dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan efisiensi penggunaan anggaran publik.

"Ini contoh yang baik bagi pejabat lain. Anggaran daerah seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk perayaan. Saya sangat mengapresiasi itu," kata salah satu praktisi hukum, Rauf Pelu di Ambon, Selasa (11/02/2025).

Rauf menyatakan, apa yang dilakukan oleh Hendrik Lewerissa tentu sebagai cerminan kepemimpinan yang berintegritas.

"Karena bukan itu saja, pak Hendrik juga menolak untuk dibeli mobil dinas baru, kemudian tidak mau buat perayaan yang wah usai pelantikan. Jadi memang patut jadi teladan," ujarnya

Juru bicara (Jubir) DPP Hena Hetu itu berharap, sikap Hendrik bisa menjadi inspirasi bagi pejabat lain agar lebih bijak dalam mengelola anggaran dan memprioritaskan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Sebelumnya diberitakan, Hendrik Lewerissa dan Abdulah Vanath siap dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2025-2030.

Pelantikan direncanakan digelar di Istana Negara, Jakarta pada 20 Februari 2024 mendatang.

Resepsi pelantikan di Ibu Kota negara tentu akan memakan anggaran yang cukup besar untuk biaya perjalanan dan hal persiapan lainnya.

Apalagi, selain Hendrik dan Abdulah, juga akan berangkat sejumlah Forkopimda Pemprov Maluku dan pejabat teras lainnya untuk menghadiri acara pelantikan dimaksud.

Informasi yang diperoleh media ini, anggaran daerah yang dipersiapkan Pemprov Maluku untuk resepsi pelantikan di Jakarta mencapai Rp500 juta.

Meski anggarannya telah disiapkan, namun Hendrik Lewerissa ternyata dikabarkan menolak menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Maluku tahun 2025 untuk keperluan pelantikan dimaksud.

"Pak Hendrik menolak gunakan anggaran daerah. Beliau sudah menyatakan akan menanggungnya sendiri memakai uang pribadinya," kata salah satu orang dekat Hendrik, Sabtu (08/02/2025)

Sumber yang enggan namanya diwartakan itu mengaku, penolakan itu disampaikan Hendrik Lewerissa ketika menggelar rapat bersama Pj. Gubernur Maluku, Sekda dan sejumlah pejabat lainnya di Jakarta, tidak lama ini.

Bahkan, lanjut sumber, Hendrik berharap kegiatan repsesi pelantikan dirinya bersama Abdulah Vanath disatukan bersamaan dengan bupati/wali kota se-Maluku.

"Maksud pak Hendrik agar pemda tidak membuang-buang anggaran. Sehingga ia usul agar resepsi pelantikan dibuat bersamaan dengan seluruh bupati-wali kota se-Maluku. Tapi tindaklanjutnya seperti apa, saya belum tahu," ungkapnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....