BPOM Ambon Uji 55 Sampel Takjil, Belum Ditemukan Kandungan Berbahaya

  • 27 Feb 2026 08:44 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - BPOM Ambon melakukan pengawasan pangan takjil di Kota Ambon selama Ramadan 2026. Dari 55 sampel yang diuji di empat lokasi, belum ditemukan kandungan bahan berbahaya.

Ketua Tim Kerja Pemeriksaan BPOM di Ambon, Bidan Tringani Damanik mengatakan seluruh sampel telah melalui pengujian cepat di lokasi (onsite). Hasilnya, tidak terdeteksi zat berbahaya seperti metanil yellow, rhodamin B, formalin, maupun boraks.

“Dari empat lokus yang kami kunjungi dan lakukan sampling, sejauh ini belum ada yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya,” ujarnya dalam dialog di Pro1 RRi Ambon, Jumat 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pengambilan sampel tidak dilakukan pada seluruh jenis takjil yang dijual. Sampling dilakukan berdasarkan indikasi visual atau ciri-ciri yang menimbulkan kecurigaan awal.

Menurutnya, makanan yang menggunakan pewarna tekstil seperti metanil yellow dan rhodamin B umumnya memiliki warna yang terlalu mencolok atau tampak tidak wajar. Ciri tersebut menjadi salah satu indikator awal bagi petugas untuk melakukan pengujian lebih lanjut.

Sementara untuk dugaan kandungan formalin dan boraks, petugas memperhatikan tekstur pangan. Misalnya lontong yang terlalu keras dan kenyal, atau gorengan seperti batagor yang terlalu renyah.

“Dari tampilan fisik dan teksturnya, itu menjadi dasar kecurigaan awal sebelum kami lakukan uji cepat di lapangan,” katanya.

BPOM Ambon mengimbau masyarakat tetap cermat dalam memilih takjil dan melaporkan jika menemukan produk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....