Inggris vs Argentina Hidupkan Kembali Memori Rivalitas 1986

  • 13 Jul 2026 08:57 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Atlanta - Panggung sepak bola dunia kembali memanas setelah tim nasional Inggris dan Argentina dipastikan akan saling berhadapan dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Atlanta Stadium. Kepastian ini didapat setelah kedua tim raksasa tersebut sukses menumbangkan lawan-lawannya di babak perempat final melalui drama perpanjangan waktu yang sangat menguras emosi.

Pertemuan Inggris vs Argentina langsung membangkitkan ingatan publik pada rivalitas legendaris tahun 1986, di mana Diego Maradona menyingkirkan Inggris lewat gol "Tangan Tuhan" yang ikonik. Pemenang dari laga klasik di Atlanta ini nantinya akan menantang salah satu raksasa Eropa lainnya, antara Prancis atau Spanyol, di babak final.

Skuad Tiga Singa asuhan Thomas Tuchel berhasil mengamankan tiket semifinal setelah menang tipis 2-1 atas Norwegia berkat performa gemilang Jude Bellingham yang memborong dua gol. Catatan impresif gelandang berusia 23 tahun ini secara mengejutkan menyamai rekor milik Diego Maradona pada Piala Dunia 1986, sebagai pemain yang mampu mencetak dua gol berturut-turut di fase gugur.

Keberhasilan ini membawa Inggris melaju ke semifinal keempat sepanjang sejarah mereka. Keberhasilan Harry Kane dkk ini juga sekaligus memperbesar harapan untuk mengakhiri puasa gelar mayor selama 60 tahun.

Di kubu lawan, juara bertahan Argentina harus bersusah payah menghentikan perlawanan ketat 10 pemain Swiss dengan skor akhir 3-1 lewat babak perpanjangan waktu. Gol spektakuler jarak jauh dari Julian Alvarez dan penyelesaian akhir dari Lautaro Martinez menjadi pembeda dalam laga yang sarat ketegangan tersebut.

Gelandang Inggris Jude Bellingham merayakan golnya dengan gaya ikonikmya (foto@instagram)

Kelolosan ini menjaga asa Albiceleste untuk menjadi negara pertama yang memenangkan trofi Piala Dunia secara berturut-turut sejak Brasil melakukannya pada tahun 1962 silam. Laga semifinal ini dipastikan berjalan emosional karena akan menjadi panggung pertama sekaligus terakhir bagi sang megabintang, Lionel Messi, untuk menghadapi Inggris sepanjang karier profesionalnya.

Pemain berusia 39 tahun tersebut mengakui bahwa pertandingan melawan Inggris selalu memiliki atmosfer yang sangat spesial bagi masyarakat Argentina. Motivasi skuad Albiceleste dipastikan berlipat ganda demi memberikan akhir cerita yang manis bagi turnamen Piala Dunia terakhir sang kapten.

Sama seperti duel klasik tahun 1986 yang diwarnai kontroversi wasit, aroma drama juga sudah membayangi pertemuan tahun 2026 ini menyusul protes keras terkait keputusan VAR di laga perempat final sebelumnya. Meskipun pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan agar tensi politik dan sejarah masa lalu dikesampingkan, atmosfer panas di luar lapangan tidak dapat dihindari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....