Pahitnya Gol Bersejarah Anthony Gordon di Semifinal Piala Dunia 2026
- 16 Jul 2026 13:42 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Atlanta - Penyerang sayap tim nasional Inggris, Anthony Gordon, menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola meskipun gagal membawa negaranya melangkah ke final Piala Dunia 2026. Dalam laga semifinal yang berlangsung sengit melawan Argentina di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB, Gordon tampil sebagai pemecah kebuntuan.
Gol indahnya pada menit ke-55 sempat membuat publik Inggris bergemuruh, sebelum akhirnya sang juara bertahan membalikkan keadaan menjadi 2-1 di menit-menit akhir pertandingan. Gol itu tercipta melalui skema serangan balik cepat yang sangat terstruktur. Berawal dari umpan panjang terukur kapten Harry Kane, bola liar berhasil dikuasai oleh Morgan Rogers di sisi sayap.
Rogers kemudian melepaskan umpan silang mendatar yang sangat akurat ke tiang jauh. Gordon yang bergerak cerdas tanpa kawalan langsung menyambar bola dengan sontekan kaki kanan terarah, melewati jangkauan kiper tangguh Argentina, Emiliano Martinez.
Meskipun laga berakhir dengan kekalahan menyakitkan, torehan tersebut resmi mencatatkan nama Anthony Gordon ke dalam buku rekor dunia. Bintang baru Barcelona itu kini sah menjadi pemain ketiga sepanjang sejarah Piala Dunia FIFA yang mampu mencetak gol ke gawang Argentina di babak semifinal.
Rekor langka ini membuktikan ketajaman serta mentalitas besar pemain berusia 25 tahun tersebut saat menghadapi tekanan di panggung tertinggi internasional. Selain rekor semifinal, performa keseluruhan Gordon sepanjang turnamen di Amerika Utara memosisikan dirinya sebagai pilar utama masa depan Inggris.

Catatan statistik yang dirilis Yahoo Sports juga mengingatkan kembali aksi impresifnya di fase gugur terdahulu, di mana ia menjadi pemain pengganti pertama dalam sejarah dunia yang mencatatkan dua assist sekaligus dalam satu laga babak penentuan. Kegemilangan individu ini membuat media-media Inggris sepakat memberikan rating performa tertinggi bagi Gordon, jauh mengungguli performa Harry Kane maupun Jude Bellingham yang mati kutu di semifinal.
Sayangnya, catatan emas individu milik Gordon harus ternoda akibat rapuhnya pertahanan Inggris selepas sang winger ditarik keluar lapangan. Pengamat sepakbola internasional menilai keputusan pragmatis Inggris untuk menerapkan strategi bertahan total (deep block) justru mengundang petaka.
Dua umpan magis Lionel Messi di sepuluh menit terakhir laga berhasil dikonversi menjadi gol oleh Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez, yang memaksa Gordon dan kolega mengubur impian trofi emas mereka tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....