Taktik Pragmatis Deschamps Redam Dominasi Hakimi dan Trio Lini tengah Maroko

  • 10 Jul 2026 19:44 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Boston - Keberhasilan tim nasional Prancis melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 tidak lepas dari kejeniusan taktik pelatih Didier Deschamps dalam meredam agresivitas trio andalan Maroko. Meskipun skuad Singa Atlas mendominasi jalannya pertandingan lewat pergerakan Achraf Hakimi, Azzedine Ounahi, dan Ayyoub Bouaddi, Prancis berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0.

Deschamps menerapkan skema bertahan berlapis yang terbukti ampuh membuat penguasaan bola 52 persen milik Maroko menjadi tidak efektif di sepertiga akhir lapangan. Fokus utama pertahanan Les Bleus tertuju pada pergerakan kapten Maroko, Achraf Hakimi, yang dikenal sangat berbahaya saat membantu serangan dari sisi kanan.

Deschamps menginstruksikan bek kiri Theo Hernández dan penyerang sayap Désiré Doué untuk disiplin melakukan double-cover setiap kali Hakimi melakukan tusukan ke depan. Strategi ini berhasil mematikan kreativitas sang bek sayap, yang peluang terbaiknya hanya lahir melalui eksekusi tendangan bebas yang melenceng tipis sebelum turun minum.

Di sektor lini tengah, Prancis sengaja menerapkan taktik mid-block yang rapat untuk mengisolasi kreativitas Azzedine Ounahi dan gelandang muda Ayyoub Bouaddi. Gelandang bertahan Prancis, Aurélien Tchouaméni, tampil disiplin dalam menutup ruang dan memotong jalur operan progresif ke jantung pertahanan.

Alhasil, Ounahi yang menjadi motor serangan terpaksa lebih banyak melakukan operan lateral ke samping, dan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran pada menit ke-83 yang dengan mudah diamankan oleh Mike Maignan.

Achraf Hakimi dan Desire Doue

Kematangan taktik Prancis juga terlihat dari cara mereka memanfaatkan celah dan memberikan tekanan tinggi (pressing trigger) kepada Bouaddi yang minim pengalaman di turnamen besar. Tekanan konstan dari Antoine Griezmann bahkan sempat memaksa Bouaddi melakukan kesalahan fatal di babak pertama yang bolanya berhasil direbut oleh Doué.

Berdasarkan data statistik pascapertandingan dari ESPN, lini tengah Prancis unggul telak dalam aspek efisiensi dengan memenangkan 55 persen duel fisik dan membukukan 9 kali intersepsi serta tekel sukses sepanjang laga.

"Kami tahu Maroko memiliki lini tengah yang sangat dinamis dan Hakimi yang selalu agresif di sisi kanan. Rencana kami adalah menutup ruang operan ke depan dan membiarkan mereka menguasai bola di area luar yang tidak berbahaya bagi kami," ujar Didier Deschamps dalam sesi konferensi pers pascapertandingan yang dilansir oleh L'Équipe.

Kelelahan taktis Maroko akibat keagresifan Hakimi yang terlambat turun kembali ke posisinya akhirnya menjadi petaka saat mengantisipasi serangan balik cepat. Gol kedua Prancis yang dicetak oleh Ousmane Dembélé menjadi bukti sahih bagaimana transisi positif anak asuh Deschamps sukses mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan lini belakang lawan.

Kemenangan taktis ini membuktikan bahwa efisiensi serangan dan kedisiplinan organisasi bertahan jauh lebih menentukan ketimbang sekadar memenangkan persentase penguasaan bola.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....