Lampaui Tekanan Geopolitik, Iran Tampil Spartan Tahan Imbang Selandia Baru 2-2

  • 16 Jun 2026 17:30 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Los Angeles - Tim nasional Iran menunjukkan mentalitas baja yang luar biasa setelah berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru dalam laga pembuka Group G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Los Angeles. Laga ini berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan politik, mengingat skuad Team Melli sempat mengalami pembatasan akses dan hambatan logistik yang ketat dari otoritas Amerika Serikat selaku tuan rumah sebelum turnamen dimulai.

Alih-alih terpuruk karena tekanan luar lapangan, para pemain Iran justru menyuguhkan permainan yang menghibur dan bersemangat di matchday pertama, meski dikejutkan oleh gol cepat penyerang Selandia Baru, Elijah Just, yang memanfaatkan kelengahan koordinasi lini belakang saat laga baru berjalan enam menit.

Faktanya, tertinggal satu gol tidak membuat semangat juang anak-asuh Amir Ghalenoei runtuh. Berulang kali melancarkan serangan balasan cepat, Iran akhirnya sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui aksi bek kanan senior mereka, Ramin Rezaeian, yang merangsek naik ke lini depan dan mengonversi peluang matang menjadi gol, sekaligus memicu gemuruh suporter partisan Iran yang memadati stadion.

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin sengit dan menguras emosi. Selandia Baru kembali memimpin pada menit ke-54, lagi-lagi melalui penyelesaian dingin Elijah Just yang mencetak brace di laga ini. Defisit gol untuk kedua kalinya menguji habis ketahanan psikologis skuad Iran yang baru tiba di Amerika Serikat kurang dari 36 jam sebelum kick off akibat kendala visa dan pembatasan perjalanan.

Hanya berselang sembilan menit dari gol kedua lawan, tepatnya pada menit ke-63, Mohammad Mohebi tampil sebagai pahlawan. Memanfaatkan skema serangan terstruktur dari lini tengah, Mohebi melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan kiper Max Crocombe dan mengubah papan skor menjadi 2-2.

Gol ini disambut selebrasi emosional oleh seluruh pemain dan staf kepelatihan Iran di pinggir lapangan. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor imbang 2-2 tetap bertahan dan kedua tim harus puas berbagi satu angka.

Meski gagal memetik poin penuh, keberhasilan Iran bangkit dua kali dari ketertinggalan di tengah situasi politik yang sangat tidak menguntungkan menuai pujian luas dari pengamat sepak bola dunia. Satu poin krusial dari Los Angeles ini, menjadi modal berharga sekaligus pembuktian bahwa batasan geopolitik seketat apa pun tidak akan mampu meredupkan sinar talenta emas sepak bola Iran di panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....