Kekeringan Ekstrem Melanda Maluku, Warga Masih Menanti Hujan
- 01 Okt 2026 16:45 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Sebagian besar wilayah Maluku masih mengalami kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori kekeringan ekstrem. Data Stasiun Klimatologi Maluku menunjukkan, sejumlah wilayah telah mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut.
Kondisi terpanjang tercatat di Kuffar, Kabupaten Seram Bagian Timur, dengan durasi 114 hari berturut-turut dan masuk kategori kekeringan ekstrem. Selain Kuffar, sejumlah wilayah lainnya juga tercatat mengalami kekeringan sangat panjang hingga lebih dari 30 hari.
| Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Maluku |
Sementara itu, kondisi cuaca panas dan terik juga terasa di Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis (1/10/2026). Teriknya cuaca membuat masyarakat berharap hujan segera turun untuk membasahi tanah dan membantu memenuhi kebutuhan air.
Di sejumlah wilayah Kota Ambon, seperti Passo dan Latuhalat, data Stasiun Klimatologi Maluku mencatat periode hari tanpa hujan dalam kategori pendek, yakni sekitar 6 hingga 10 hari. Kondisi ini turut dirasakan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan aktivitasnya pada kondisi tanah dan ketersediaan air.
Nathan, salah satu petani singkong, mengatakan kondisi tanah yang sangat kering dan keras membuat dirinya menunda panen singkong yang sebenarnya sudah memasuki waktu panen. Menurutnya, tanah yang terlalu keras menyulitkan proses pencabutan singkong dan berisiko merusak hasil panen.
"Tanah terlalu kering dan keras, kalau panen kasbi, nanti kasbinya jadi patah atau rusak. Tanah harus basah agar mudah untuk panen," ucap Nathan.
Kondisi kekeringan tersebut menjadi perhatian karena hujan sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya petani, untuk membantu melembapkan tanah dan mendukung aktivitas pertanian. Masyarakat kini mendambakan hujan segera turun setelah sejumlah wilayah Maluku mengalami periode tanpa hujan yang cukup panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....