BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Indonesia
- 20 Sep 2026 21:18 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan informasi peringatan dini potensi gelombang tinggi yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah perairan di Indonesia. Gelombang laut tersebut diprakirakan mencapai ketinggian antara 1,25 meter hingga 4,0 meter.
Prakirawan BMKG, Ryan Putra Pambudi, mengeluarkan imbauan keselamatan ini yang ditujukan bagi seluruh pihak pelayaran, termasuk nelayan kecil, operator kapal tongkang, kapal ferry, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan lautan.
Peringatan dini ini diterbitkan pada 20 September 2026 di Jakarta dan berlaku efektif mulai tanggal 21 September 2026 pukul 07:00 WIB hingga 24 September 2026 pukul 07:00 WIB.
Potensi gelombang tinggi hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga NTT. Sementara itu, gelombang sedang berkisar 1,25–2,5 meter berpotensi menerjang wilayah seperti Selat Malaka, Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
Fenomena gelombang tinggi ini disebabkan oleh kondisi sinoptik pola angin di utara ekuator Indonesia yang bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 6–25 knot, sedangkan di selatan ekuator bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan yang sama. Potensi kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Laut Natuna Utara, dan Selat Makassar bagian selatan.
BMKG menyarankan para pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Perahu nelayan berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1.25 m. Kapal tongkang berisiko jika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1.5 m, sedangkan kapal ferry berisiko saat angin bertiup 21 knot dengan ketinggian gelombang mencapai 2.5 m.
Masyarakat dan pelaku industri pelayaran diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca marinir dari BMKG demi menjaga keselamatan pelayaran selama periode peringatan tersebut berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....