BMKG Peringatkan Potensi Gelombang 2,5 Meter di Perairan Maluku
- 25 Jul 2026 20:59 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Maluku yang berlaku mulai 26 Juli 2026 pukul 09.00 WIT hingga 27 Juli 2026 pukul 09.00 WIT. Peringatan tersebut disampaikan menyusul perkembangan Siklon Tropis NOUL yang memengaruhi kondisi cuaca dan tinggi gelombang di wilayah perairan Maluku.
BMKG menjelaskan, Siklon Tropis NOUL berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina, dengan tekanan pusat 996 hPa dan kecepatan angin maksimum 40 knot. Sementara itu, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 6 hingga 20 knot, disertai peningkatan angin permukaan lebih dari 25 knot di Laut Banda, Laut Maluku, dan Laut Arafuru yang memicu peningkatan tinggi gelombang.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Ambon-Pulau Lease, Perairan Utara dan Selatan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur, Kepulauan Banda Neira, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, serta Perairan Wetar.
Sementara itu, gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Utara dan Selatan Pulau Buru, Perairan Timur dan Barat Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Sermata-Leti, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian tengah dan barat. Kondisi tersebut berisiko mengganggu aktivitas pelayaran maupun masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Risiko keselamatan pelayaran dapat terjadi pada perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal berukuran besar apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang melampaui batas aman operasional.
Selain itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan menghindari aktivitas di laut apabila kondisi cuaca memburuk. Langkah antisipasi diperlukan untuk mengurangi potensi risiko akibat gelombang tinggi.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon menegaskan bahwa informasi peringatan dini ini berlaku selama 24 jam dan akan diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas pelayaran maupun kegiatan di wilayah perairan Maluku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....