Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Maluku

  • 21 Jun 2026 14:35 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Maluku yang berlaku mulai 20 Juni 2026 pukul 15.00 WIT hingga 23 Juni 2026 pukul 09.00 WIT. Masyarakat pesisir dan pelaku transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca laut yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan rata-rata antara 6 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi diperkirakan dapat mencapai lebih dari 25 knot di sejumlah perairan, termasuk wilayah sekitar Pulau Buru, Kepulauan Kei, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Sermata-Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

BMKG memprediksi gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang berpeluang terjadi di Perairan Pulau Ambon-Lease, Perairan Utara dan Selatan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur, Perairan Gorong, Perairan Selatan Kepulauan Aru, serta Perairan Wetar.

Sementara itu, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Perairan Utara dan Selatan Pulau Buru, Perairan Kepulauan Kei, Kepulauan Banda Neira, Perairan Utara Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Sermata-Leti, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal-kapal yang beroperasi di wilayah perairan yang terdampak. BMKG mengingatkan bahwa gelombang dan angin kencang dapat memengaruhi stabilitas kapal serta meningkatkan potensi kecelakaan laut.

Untuk itu, nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta lebih berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Risiko keselamatan juga meningkat bagi kapal tongkang saat angin mencapai 16 knot dengan gelombang 1,5 meter.

Selain itu, kapal ferry perlu meningkatkan kewaspadaan saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang setinggi 2,5 meter. Adapun kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar berisiko terdampak apabila kecepatan angin mencapai 27 knot dengan tinggi gelombang hingga 4 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru dan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi selama periode peringatan dini berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....