BMKG: Sejumlah Wilayah di Maluku Berpotensi Alami Karhutla
- 09 Jun 2026 13:50 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon merilis peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Maluku pada 9 Juni 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko kebakaran di wilayah Maluku.
Berdasarkan indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC), tingkat kemudahan terjadinya kebakaran pada bahan-bahan ringan yang mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah di Maluku berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya tingkat kekeringan pada dedaunan kering, alang-alang, dan bahan organik ringan lainnya yang menutupi lantai hutan.
Sementara itu, hasil pemantauan Duff Moisture Code (DMC) menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan menengah permukaan tanah berada pada kategori aman hingga sangat mudah terbakar. Indikator ini menggambarkan kondisi kekeringan pada lapisan tanah organik serta ranting dan semak berkayu yang berpotensi menjadi bahan bakar kebakaran.
Dari sisi penyebaran api, BMKG mencatat nilai Initial Spread Index (ISI) di sebagian wilayah Maluku berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya. Kondisi angin yang mendukung dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.
Selain itu, indeks Fire Weather Index (FWI) menunjukkan intensitas kebakaran hutan dan lahan di Maluku secara umum berada pada kategori rendah hingga tinggi. Namun, beberapa wilayah seperti Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Maluku Barat Daya tercatat memiliki potensi intensitas kebakaran pada kategori sangat tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta terus memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BMKG guna mengurangi risiko terjadinya karhutla di wilayah Maluku
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....