Ronny Loppies Kembali Ditunjuk Jadi Panselnas Kota Kreatif UNESCO 2027

  • 29 Apr 2026 12:09 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Direktur Ambon Music Office (AMO) sekaligus Focal Point UNESCO City of Music, Ronny Loppies, kembali dipercaya menjabat sebagai anggota Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pengusulan Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO Tahun 2027. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Ekonomi Kreatif Nomor SK/HK.01.01/21/MK-EK/2026, yang menandai periode kedua kepemimpinan Loppies setelah sebelumnya sukses menjabat pada periode 2024–2025.

Sebagai bagian dari Tim Panselnas 2027, Loppies mengemban tugas strategis dalam menyusun sistem, mekanisme, hingga standar operasional prosedur untuk penetapan usulan nominasi kota kreatif. Bersama tim ahli lainnya, ia bertanggung jawab melakukan penilaian mendalam terhadap dokumen (dossier) kabupaten dan kota kreatif di seluruh Indonesia guna memastikan kualitas usulan sesuai dengan kriteria ketat yang ditetapkan oleh UNESCO.

Salah satu tanggung jawab utama tim ini adalah menetapkan dua kabupaten atau kota dari dua subsektor berbeda untuk diajukan sebagai nominasi resmi Indonesia di tingkat global. Selain itu, Panselnas bertugas menyusun daftar prioritas kabupaten/kota kreatif lainnya untuk dipertimbangkan pada periode seleksi berikutnya, guna memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Tim Panselnas 2027 sendiri terdiri dari kolaborasi para pakar perencanaan kota, arsitek, peneliti, akademisi, hingga pelaku ekonomi kreatif. Dalam menjalankan fungsinya, tim ini bertanggung jawab langsung kepada Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif melalui laporan perkembangan rutin untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas proses seleksi nasional.

Penunjukan kembali Ronny Loppies memperkuat rekam jejaknya sebagai tokoh kunci pengembangan kota kreatif, mengingat peran aktifnya sebagai Regional Ambassador untuk kota-kota kreatif UNESCO di kawasan Asia Pasifik.

Langkah ini diharapkan semakin memantapkan posisi Indonesia, khususnya Maluku, dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif internasional sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan berbasis budaya dan musik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....