Nilai Moral Pancasila Penentu Arah Peradaban Bangsa
- 31 Mei 2025 14:53 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Tanggal 1 Juni 2025 diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, momen bersejarah yang menandai lahirnya dasar ideologi negara Republik Indonesia.
Peringatan ini mengacu pada pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang pertama kali memperkenalkan lima sila sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara.
Pengamat Budaya, Pariwisata dan Ekonomi, Harry Waluyo, mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai moral Pancasila sebagai fondasi utama kelangsungan peradaban bangsa.
Ia menegaskan, kehancuran sebuah bangsa tidak semata karena lemahnya teknologi atau kekuatan militer, tetapi karena keruntuhan moral masyarakatnya.
"Sejarah membuktikan, banyak peradaban besar seperti Romawi dan Yunani tumbang bukan karena kalah perang, tapi karena masyarakat kehilangan arah moral," tutur Pengamat Budaya, Pariwisata dan Ekonomi, Harry Waluyo kepada RRI, Sabtu (31/5/2025).
Menurutnya, nilai-nilai moral Pancasila yang mencakup Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan adalah penjaga keseimbangan sosial yang tidak bisa ditawar. Ketika kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin mulai ditinggalkan, maka keretakan dalam masyarakat akan semakin besar.
Waluyo mengungkapkan, penurunan moral juga berdampak langsung pada sektor ekonomi. Ia mencontohkan maraknya korupsi, manipulasi, dan kerusakan fasilitas umum yang terjadi bukan karena bencana, melainkan karena hilangnya rasa tanggung jawab.
“Produktivitas menurun, kepercayaan antarwarga luntur, dan akhirnya ekonomi pun ikut terguncang. Ini bukan hal sepele,” jelasnya Waluyo.
Ia juga menekankan, moral berkaitan erat dengan budaya. Jika nilai-nilai luhur budaya tidak dijaga, maka bangsa akan kehilangan jati dirinya. Hal ini, menjadi celah masuknya pengaruh luar yang tidak sesuai dengan karakter bangsa.
"Moral adalah bagian dari identitas budaya kita. Tanpa moral, kita hanya tinggal simbol-simbol tanpa makna," jelas Waluyo
Ia menyerukan agar semua pihak kembali meneguhkan nilai-nilai moral Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut adalah jalan untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan peradaban bangsa di tengah tantangan zaman.
“Nilai-nilai moral Pancasila bukan milik segelintir orang tapi milik seluruh rakyat Indonesia," tutup Waluyo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....