Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Nyeri Bahu
- 02 Sep 2024 06:54 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Nyeri bahu adalah keluhan yang sering dialami banyak orang, baik muda maupun tua. Rasa sakit yang muncul bisa bersifat ringan hingga parah, dan dapat membatasi aktivitas sehari-hari.
Penyebab nyeri bahu sangat beragam, mulai dari cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius. Beberapa penyebab umum nyeri bahu lainnya meliputi:
- Rotator cuff injury: Kerusakan pada kelompok otot yang menstabilkan sendi bahu.
- Bursitis: Peradangan pada kantung berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan di sekitar sendi.
- Frozen shoulder: Kondisi di mana sendi bahu menjadi kaku dan sulit digerakkan.
- Arthritis: Peradangan pada sendi, termasuk sendi bahu.
- Cedera saraf: Kerusakan pada saraf yang mempersarafi bahu.

"Tendinitis bicipitalis adalah peradangan pada tendon panjang otot biceps (otot bisep) di bahu. Kondisi ini seringkali menyebabkan nyeri di bagian depan bahu dan dapat membatasi gerakan bahu," Tutur dr. Semuel A. Wagiu, Sp.N di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI, Senin (2/9/2024).
Spesialis saraf, dokter Semuel menjelaskan Penyebab nyeri bahu biasanya terjadi karena:
- Penggunaan berulang: Aktivitas yang melibatkan gerakan berulang pada bahu, seperti mengangkat beban yang berat, melempar, atau aktivitas olahraga tertentu.
- Trauma: Cedera langsung pada bahu.
- Penuaan: Seiring bertambahnya usia, tendon menjadi kurang elastis.
- Kondisi medis tertentu: Diabetes, rheumatoid arthritis, atau gout.
Sementara gejala-gejala yang terasa yaitu :
- Nyeri: Nyeri biasanya terasa di bagian depan bahu dan dapat menjalar ke lengan atas.
- Kelemahan: Kekuatan otot bahu dapat berkurang.
- Kaku: Gerakan bahu menjadi terbatas.
- Suara berderak: Terkadang terdengar suara berderak saat menggerakkan bahu.
"Diagnosis tendinitis bicipitalis biasanya melibatkan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti rontgen, MRI, atau ultrasound," Tuturnya.
Pengobatan dapat mencakup istirahat, kompres es, obat-obatan anti-inflamasi, fisioterapi, injeksi kortikosteroid, atau dalam kasus yang parah, operasi.
Untuk mencegah nyeri bahu, termasuk tendinitis bicipitalis, dapat melakukan beberapa hal berikut:
- Pemanasan sebelum berolahraga: Bantu mempersiapkan otot dan sendi.
- Pendinginan setelah berolahraga: Bantu mengurangi ketegangan otot.
- Mempertahankan postur tubuh yang baik: Hindari posisi bahu yang membungkuk.
- Mengangkat beban dengan benar: Gunakan teknik angkat yang tepat untuk menghindari cedera.
Jika mengalami nyeri bahu yang persisten atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dan pengobatan yang tepat akan membantu Anda pulih lebih cepat.
Nyeri bahu dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup. Dengan memahami penyebab dan gejala nyeri bahu, maka dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan mencari pengobatan yang tepat. Jika mencurigai mengalami tendinitis bicipitalis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....