Kasus Malaria Impor dari Papua Jadi Tantangan Eliminasi di Maluku
- 06 Okt 2026 11:25 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kasus malaria impor dari daerah endemis tinggi, khususnya Papua, masih menjadi tantangan Pemerintah Provinsi Maluku dalam mengejar eliminasi malaria. Masuknya kasus dari luar daerah berpotensi memicu penularan kembali dan mengganggu target tidak adanya kasus malaria lokal atau indigenous pada 2028.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Samsila Mona Rumata mengatakan mobilitas masyarakat dari wilayah endemis malaria tinggi menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Kasus yang dibawa masuk dari luar Maluku dapat memicu munculnya kasus baru di sejumlah wilayah jika tidak segera ditemukan dan ditangani.
Karena itu, Dinas Kesehatan Maluku mendorong penguatan surveilans migrasi untuk mendeteksi kasus malaria impor sedini mungkin. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan kader malaria serta memperkuat tim eliminasi di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Masuknya kasus malaria dari daerah endemis tinggi, khususnya Papua, menjadi tantangan tersendiri karena Maluku sedang mempercepat pencapaian target eliminasi malaria di seluruh wilayah,” ucapnya.
Selain kasus impor, lanjutnya, pengendalian malaria di Maluku juga menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan, belum meratanya kualitas sumber daya manusia, serta kebutuhan logistik yang belum maksimal. Kondisi tersebut membuat penguatan sistem deteksi dan respons terhadap kasus dari luar daerah menjadi penting untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Pemerintah daerah juga didorong memperkuat regulasi dan pembiayaan melalui APBD agar penanggulangan malaria dapat dilakukan secara berkelanjutan. Penguatan surveilans migrasi diharapkan mampu menjaga wilayah yang telah mencapai eliminasi sekaligus mempercepat daerah lainnya menuju target eliminasi malaria Maluku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....