Penanggulangan Penyakit ATM di Maluku Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

  • 18 Sep 2026 16:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID. Ambon — Penanggulangan masalah kesehatan seperti HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga medis atau fasilitas kesehatan saja. Diperlukan sinergi dan penguatan peran nyata dari berbagai sektor non-kesehatan agar penanganan penyakit menular ini dapat berjalan secara masif, tepat sasaran, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Hal itu ditegaskan Koordinator RSSH HIV/AIDS Tuberkulosis Malaria Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) Provinsi Maluku, Dr. Lita A.A. Tarumaselej, MKM, kepada RRI di Ambon, pada Jumat (18/9/2026). Menurutnya, pelibatan lintas sektor merupakan kunci utama untuk menjangkau akar rumput yang kerap sulit diakses oleh layanan kesehatan formal.

"Penguatan peran sektor non-kesehatan, mulai dari pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat dan desa, ketenagakerjaan, perumahan, lingkungan, hingga dunia usaha dan organisasi keagamaan, sangat krusial. Kesehatan adalah urusan bersama, bukan sekadar urusan rumah sakit atau puskesmas," katanya.

Dokter Lita menbahkan bahwa masing-masing sektor memiliki peran strategis yang saling melengkapi. Sektor pendidikan dapat memasukkan edukasi pencegahan ke dalam lingkungan sekolah, sementara sektor ketenagakerjaan dan dunia usaha dapat memastikan perlindungan kesehatan bagi para pekerja.

Selain itu, organisasi masyarakat, media, serta pemerintah desa juga memegang kendali penting dalam menghapus stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) maupun pasien TBC.

Melalui jejaring kerja sama yang kuat antar-sektor ini, kita optimis hambatan sosial seperti stigma dan diskriminasi dapat diatasi. Mari kita bergandengan tangan memperkuat sistem kesehatan masyarakat Maluku agar bebas dari beban kasus ATM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....