Tujuh Kabupaten Maluku Belum Eliminasi Malaria

  • 06 Okt 2026 03:57 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan terdapat tujuh kabupaten yang belum mencapai eliminasi malaria karena masih ditemukan kasus malaria lokal (indigenous) dan angka kesakitan atau Annual Parasite Incidence (API) di atas satu per seribu penduduk. Pemprov Maluku menargetkan pada 2028 seluruh kabupaten kota di Maluku sudah mengeliminasi malaria.

Hal itu disebutkan dalam sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang disampaikan dalam kegiatan Pemetaan dan Stratifikasi Risiko Malaria untuk Efektivitas Alokasi Sumber Daya serta Koordinasi Pelibatan Masyarakat dan Penemuan Kasus Aktif pada Populasi dan Wilayah Berisiko Tinggi di Provinsi Maluku, pada Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Manise Hotel Ambon dan dijadwalkan hingga 7 Oktober 2026.

Gubernur Hendrik dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Elna Sitourisme Anakotta, malaria dinilai bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pembangunan daerah. Penyakit tersebut dapat memengaruhi produktivitas masyarakat, kondisi sosial ekonomi keluarga, serta kualitas sumber daya manusia.

Pemprov Maluku menargetkan percepatan menuju Maluku bebas malaria, dengan target eliminasi tingkat provinsi pada 2028 sekaligus mendukung target eliminasi malaria nasional pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan penguatan deteksi dini, pemeriksaan kasus, akses diagnosis, keberlanjutan pengobatan, serta surveilans vektor dan migrasi.

Pendekatan penanggulangan malaria juga dinilai perlu bergeser dari strategi yang hanya berorientasi pada jumlah kasus menuju strategi berbasis risiko penularan. Pendekatan ini penting untuk mengidentifikasi wilayah rawan, kelompok masyarakat yang rentan, serta potensi munculnya kembali penularan lokal.

Pemprov Maluku mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, jajaran kesehatan, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, media dan masyarakat memperkuat kerja bersama. Upaya tersebut diarahkan untuk menemukan kasus malaria secara aktif, memastikan pasien mendapat pengobatan hingga tuntas, dan mempercepat terwujudnya Maluku bebas malaria

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....