Lapas Ambon Cek Kesehatan,Deteksi Dini Tekanan Darah Demi Pegawai Sehat & Produktif

  • 01 Okt 2026 12:31 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus menggalakkan upaya menjaga kesehatan dan kebugaran pegawai di lingkungan pemasyarakatan. Sebanyak 40 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh petugas klinik Lapas, dengan dibantu oleh para peserta magang nasional, Rabu 30 September 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 7 orang pegawai berada dalam kondisi pre-hipertensi dan 6 orang pegawai terdeteksi mengalami hipertensi. Selain menjalani pemeriksaan tensi dan konsultasi, para pegawai yang membutuhkan juga langsung diberikan obat-obatan sesuai dengan indikasi medis untuk penanganan awal. Deteksi dini ini diharapkan menjadi langkah preventif bagi jajaran pegawai untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan fisik mereka sehari-hari.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Meky Patty, menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan wujud nyata perhatian instansi terhadap kesejahteraan para petugas. Ia menilai bahwa kesehatan pegawai adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas pengamanan dan pembinaan yang memiliki tingkat mobilitas serta tanggung jawab tinggi.

"Kesehatan adalah modal utama kita dalam menjalankan tugas sehari-hari di Lapas. Melalui deteksi dini ini, kami berharap para pegawai bisa lebih waspada dan sigap menjaga pola hidup sehat sebelum keluhan kesehatan menjadi hambatan dalam bekerja," ungkap Meky Patty.

Senada dengan hal tersebut, Dokter Lapas Kelas IIA Ambon, dr. Ricky Arisandy, menjelaskan pentingnya pemeriksaan berkala seperti ini untuk mengantisipasi risiko penyakit degeneratif, khususnya hipertensi yang kerap dijuluki sebagai silent killer. Ia menambahkan bahwa penanganan serta pencegahan sejak dini sangat krusial agar kondisi para pegawai tetap terkontrol, termasuk dengan pemberian terapi obat-obatan bagi yang memerlukan.

"Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami menemukan beberapa pegawai yang masuk kategori pre-hipertensi hingga hipertensi. Temuan ini langsung kami tindak lanjuti dengan memberikan edukasi medis dasar, saran pengaturan pola makan, anjuran untuk rutin berkonsultasi, serta pemberian obat-obatan langsung agar tekanan darah mereka dapat segera stabil," jelas dr. Ricky Arisandy.

Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut. Yuli Sandry, salah satu pegawai Lapas Ambon yang turut hadir, mengaku sangat terbantu dengan adanya program cek kesehatan gratis ini. Menurutnya, kesibukan tugas operasional di Lapas sering kali membuat para pegawai kurang memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri, terlebih dengan adanya fasilitas penanganan dan pemberian obat langsung di tempat.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami di tengah rutinitas kerja yang padat. Dengan adanya pemeriksaan langsung dari dokter, klinik, serta pemberian obat-obatan yang dibutuhkan, kami jadi lebih tahu kondisi kesehatan tubuh dan bisa segera mengambil langkah pencegahan," tutur Yuli Sandry.

Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, memberikan apresiasi serta dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan cek kesehatan ini. Ia mengungkapkan bahwa kesehatan fisik dan mental seluruh jajaran petugas merupakan aset yang sangat berharga bagi institusi, mengingat tantangan dan dinamika tugas di dalam Lapas yang cukup tinggi.

"Pegawai yang sehat adalah kunci utama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang maju dan berintegritas. Kami sangat mendukung kegiatan preventif seperti ini agar jajaran petugas senantiasa dalam kondisi prima dan terhindar dari risiko penyakit serius," tegas Hendra Budiman.

Melalui sinergi antara klinik, jajaran struktural, dan partisipasi aktif pegawai, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Pihak Lapas Ambon optimis, langkah preventif serta pemberian penanganan medis yang cepat tidak hanya mampu menekan risiko gangguan kesehatan sejak dini, tetapi juga bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan produktivitas kerja seluruh petugas dalam mengemban tugas pemasyarakatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....