Indonesia Perkuat Pencegahan Dengue Demi Capai Nol Kematian Tahun 2030
- 31 Jul 2026 19:30 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah pencegahan demam dengue menyusul masih tingginya jumlah kasus dan kematian akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Mosquito Program (WMP) guna mendukung target nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.
Dilansir dari Kompas Health, sepanjang tahun 2024 Indonesia mencatat lebih dari 257 ribu kasus dengue dengan jumlah kematian melampaui 1.400 jiwa. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa dengue masih menjadi salah satu tantangan utama di bidang kesehatan masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan strategi nasional, Kementerian Kesehatan dan WMP menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperluas kerja sama dalam pengendalian dengue, termasuk melalui penerapan teknologi Wolbachia. Kerja sama ini melengkapi berbagai upaya lain seperti penguatan surveilans penyakit, deteksi dini, penanganan pasien, edukasi masyarakat, dan pengendalian populasi nyamuk.
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Dr. Andi Saguni, M.A., mengatakan Indonesia masih menghadapi salah satu beban dengue tertinggi di dunia. Karena itu, percepatan langkah pencegahan yang efektif dan pemanfaatan inovasi berbasis bukti ilmiah dinilai penting untuk mencapai target nol kematian akibat dengue pada 2030.
Menurutnya, teknologi Wolbachia menjadi salah satu inovasi yang dapat mendukung pengurangan penyebaran virus dengue. Wolbachia merupakan bakteri alami yang mampu menghambat kemampuan nyamuk Aedes aegypti dalam menularkan virus penyebab demam dengue kepada manusia.
Penerapan teknologi tersebut telah melalui berbagai penelitian, termasuk uji klinis acak terkontrol di Kota Yogyakarta yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine pada 2021. Hasil penelitian menunjukkan wilayah yang menerapkan Wolbachia mengalami penurunan kasus dengue hingga 77 persen serta penurunan angka rawat inap akibat dengue sebesar 86 persen dibandingkan wilayah tanpa penerapan teknologi tersebut.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa Wolbachia bukan satu-satunya solusi dalam pengendalian dengue. Pencegahan tetap membutuhkan pendekatan yang komprehensif melalui pemberantasan sarang nyamuk, penguatan sistem pemantauan penyakit, deteksi dini, tata laksana pasien, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, program penerapan Wolbachia telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Kota Bandung, Semarang, Bontang, Kupang, dan Jakarta Barat. Pengalaman dari berbagai wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan strategi pengendalian dengue secara nasional.
Direktur sekaligus Chief Executive Officer World Mosquito Program, Professor Scott O'Neill, menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang berada di garis depan dalam penerapan teknologi Wolbachia. Menurutnya, kolaborasi bersama pemerintah Indonesia diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dari ancaman dengue.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dengue semakin efektif sehingga target Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030 dapat terwujud.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....