Cara Menjaga Kesehatan Mata setelah Memasuki Usia 50 Tahun

  • 22 Agt 2026 13:06 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Memasuki usia 50 tahun, menjaga kesehatan mata menjadi semakin penting. Pasalnya, sejumlah penyakit mata serius seperti glaukoma dan degenerasi makula dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Kondisi tersebut membuat seseorang yang masih merasa dapat melihat dengan baik belum tentu terbebas dari gangguan mata. Pemeriksaan dan perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan penglihatan seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari Kompas.com, dokter spesialis mata Karen Allison menyebut sejumlah penyakit seperti glaukoma, degenerasi makula terkait usia atau AMD, dan retinopati diabetik dapat berkembang tanpa memengaruhi penglihatan secara signifikan pada tahap awal.

Berikut tujuh langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata setelah memasuki usia 50 tahun.

1. Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

Pemeriksaan mata secara menyeluruh penting dilakukan meskipun tidak terdapat keluhan pada penglihatan. Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi gangguan mata yang belum menunjukkan gejala.

Pemeriksaan mata secara umum disarankan dilakukan setiap satu hingga dua tahun. Namun, bagi seseorang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, riwayat keluarga dengan glaukoma, atau pernah menjalani operasi mata, pemeriksaan mungkin diperlukan lebih sering sesuai anjuran dokter.

2. Memperhatikan kondisi mata sebagai bagian dari kesehatan tubuh

Pemeriksaan mata tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi penglihatan. Retina memiliki pembuluh darah yang dapat diamati secara langsung sehingga kondisi tertentu pada mata dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan tubuh.

Beberapa tanda yang berkaitan dengan diabetes tipe 2, hipertensi, hingga risiko stroke dapat ditemukan melalui pemeriksaan mata sebelum munculnya gejala lain.

3. Mengenali tanda mata kering

Mata kering tidak selalu ditandai dengan sensasi mata terasa kering. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan mata berair, penglihatan kabur atau berubah-ubah, sensitif terhadap cahaya, mata cepat lelah, hingga sakit kepala.

Kebiasaan menatap layar komputer dalam waktu lama juga dapat memperburuk kondisi karena seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Paparan langsung udara dari kipas angin atau pendingin ruangan juga dapat meningkatkan penguapan air mata.

4. Tidak perlu khawatir menggunakan kacamata baca

Berkurangnya kemampuan melihat objek dalam jarak dekat merupakan bagian alami dari proses penuaan yang dikenal sebagai presbiopia.

Penggunaan kacamata baca tidak menyebabkan mata menjadi semakin bergantung pada kacamata atau membuat kemampuan melihat jarak dekat memburuk. Kacamata justru dapat membantu memberikan penglihatan yang lebih nyaman saat membaca atau melakukan aktivitas jarak dekat.

5. Memperhatikan pola makan

Asupan makanan juga berperan dalam mendukung kesehatan mata. Sayuran berdaun hijau seperti bayam mengandung lutein dan zeaxanthin yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga kesehatan penglihatan.

Selain itu, konsumsi sayuran berwarna-warni, kacang-kacangan, biji-bijian, serta ikan berlemak seperti salmon dan sarden dapat menjadi pilihan.

Ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 yang berperan dalam mendukung kesehatan mata, termasuk membantu menjaga produksi air mata.

6. Menggunakan kacamata dengan perlindungan sinar UV

Perlindungan terhadap sinar ultraviolet atau UV tidak hanya dibutuhkan ketika matahari sedang terik. Paparan UV dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan mata.

Saat memilih kacamata hitam, masyarakat disarankan memperhatikan label perlindungan terhadap sinar UV, seperti 100 persen UV protection atau UV400.

7. Memperbaiki pencahayaan di rumah

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata menerima cahaya juga dapat mengalami perubahan. Kondisi tersebut dapat membuat aktivitas seperti membaca membutuhkan pencahayaan yang lebih baik.

Untuk aktivitas yang membutuhkan ketelitian, pencahayaan sebaiknya diatur agar cukup terang dan tidak menyilaukan. Sumber cahaya dapat ditempatkan di belakang tubuh sehingga cahaya menerangi objek yang sedang dilihat tanpa langsung mengarah ke mata.

Menjaga kesehatan mata setelah usia 50 tahun dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, perlindungan dari sinar UV, penggunaan kacamata sesuai kebutuhan, serta pencahayaan yang baik dapat membantu menjaga kenyamanan penglihatan.

Yang tidak kalah penting, gangguan penglihatan atau perubahan pada kondisi mata sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu mendeteksi masalah mata lebih dini dan menentukan penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....