Dokter Ungkap Tanda Gumoh Bayi yang Perlu Diwaspadai
- 26 Jul 2026 21:22 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Gumoh merupakan kondisi yang umum dialami bayi, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupan. Kondisi ini sering terjadi setelah bayi selesai menyusu dan umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, orangtua perlu memahami kapan gumoh masih tergolong normal dan kapan kondisi tersebut menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.
Dilansir dari Kompas Health, Dokter Konsultan Gastroentero Hepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A. (K), menjelaskan bahwa sebagian besar gumoh pada bayi merupakan proses fisiologis yang terjadi karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan.
Menurut dr. Eva, lambung bayi yang masih berukuran kecil serta katup antara kerongkongan dan lambung yang belum bekerja secara sempurna membuat sebagian isi lambung mudah kembali keluar melalui mulut setelah bayi menyusu. Selama gumoh hanya keluar sedikit, bayi tetap aktif, dan berat badannya terus bertambah sesuai usianya, kondisi tersebut masih dianggap normal.
Salah satu penyebab gumoh yang paling sering terjadi adalah bayi mengonsumsi susu melebihi kapasitas lambungnya. Tidak jarang bayi yang sebenarnya sudah kenyang masih terus ingin menyusu sehingga kelebihan susu akhirnya keluar kembali dalam bentuk gumoh. Karena itu, orangtua disarankan mengenali tanda-tanda bayi sudah kenyang agar tidak memberikan susu secara berlebihan.
Meski umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai. Dr. Eva menegaskan bahwa gumoh yang keluar dengan tekanan kuat atau menyemprot bukan lagi termasuk kondisi normal. Gumoh seperti ini dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Selain memperhatikan bentuk gumoh, orangtua juga perlu memantau pertumbuhan berat badan bayi. Bayi yang sering gumoh tetapi tetap mengalami kenaikan berat badan umumnya masih berada dalam kondisi yang baik. Sebaliknya, jika berat badan bayi tidak bertambah atau justru menurun, kondisi tersebut dapat menandakan bahwa asupan nutrisi yang diterima tubuh tidak mencukupi.
Dalam kondisi seperti itu, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti ultrasonografi (USG) atau metode diagnostik lainnya, untuk mengetahui penyebab pasti gangguan yang dialami bayi. Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar penanganan dapat diberikan sesuai penyebabnya.
Para orangtua diimbau untuk tidak hanya fokus pada seberapa sering bayi gumoh, tetapi juga memperhatikan kondisi umum bayi, seperti nafsu menyusu, tingkat keaktifan, serta pertumbuhan berat badan. Ketiga indikator tersebut menjadi penentu apakah gumoh masih termasuk proses perkembangan normal atau sudah memerlukan penanganan medis.
Dengan mengenali tanda-tanda bahaya sejak awal, orangtua dapat mengambil langkah yang tepat apabila bayi mengalami gumoh yang tidak biasa. Selama gumoh hanya sedikit, tidak menyemprot, dan berat badan bayi terus meningkat sesuai kurva pertumbuhan, kondisi tersebut umumnya masih merupakan bagian normal dari proses perkembangan sistem pencernaan bayi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....