Melamun ternyata Bermanfaat, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

  • 15 Jun 2026 07:44 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID. Ambon - Di tengah kesibukan dan tuntutan aktivitas sehari-hari, melamun sering kali dianggap sebagai kebiasaan yang tidak produktif. Banyak orang menganggap seseorang yang melamun sedang kehilangan fokus atau membuang waktu. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa melamun dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental jika dilakukan dalam batas yang wajar.

Melamun merupakan kondisi ketika pikiran seseorang mengembara ke berbagai hal yang tidak sedang terjadi saat itu. Misalnya membayangkan liburan impian, merencanakan masa depan, atau mengenang pengalaman tertentu. Aktivitas mental ini ternyata menjadi bagian alami dari cara kerja otak manusia.

Dilansir dari Hello Sehat, melamun tidak selalu berdampak negatif. Bahkan, kebiasaan ini dapat membantu otak beristirahat sejenak dari tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sehingga pikiran menjadi lebih segar dan siap menghadapi aktivitas berikutnya.

Salah satu manfaat utama melamun adalah meningkatkan kreativitas. Saat pikiran mengembara, otak mampu menghubungkan berbagai ide yang sebelumnya tampak tidak berkaitan. Dari proses tersebut, seseorang bisa menemukan gagasan baru, solusi kreatif, atau inspirasi yang tidak terpikirkan saat sedang fokus bekerja.

Selain itu, melamun juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Ketika otak diberi kesempatan untuk beristirahat dari tekanan pekerjaan atau masalah sehari-hari, tingkat ketegangan emosional dapat berkurang. Kondisi ini membuat seseorang merasa lebih rileks dan mampu mengelola emosinya dengan lebih baik.

Manfaat lainnya adalah meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Meski terlihat sedang tidak fokus, otak tetap bekerja memproses informasi yang telah diterima sebelumnya. Tak jarang seseorang justru menemukan jawaban atau solusi atas persoalan yang dihadapi saat sedang melamun.

Secara ilmiah, manfaat tersebut berkaitan dengan aktifnya jaringan otak yang dikenal sebagai default mode network (DMN). Jaringan ini bekerja ketika seseorang sedang tidak fokus pada tugas tertentu. Aktivitas DMN membantu otak mengolah informasi, menyusun ingatan, serta mengembangkan ide-ide baru.

Meski memiliki sejumlah manfaat, melamun tetap perlu dilakukan secara proporsional. Jika terlalu sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kebiasaan ini justru dapat menurunkan konsentrasi serta produktivitas. Dalam beberapa kasus, melamun berlebihan bahkan dapat berkaitan dengan gangguan psikologis tertentu.

Karena itu, melamun sebaiknya dipandang sebagai salah satu cara alami otak untuk beristirahat dan mengelola informasi. Selama tidak berlebihan, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental sekaligus membantu meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....