WHO Tekankan Bahaya Tembakau bagi Generasi Muda
- 31 Mei 2026 18:03 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh setiap 31 Mei kembali menjadi momentum bagi komunitas kesehatan global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya konsumsi tembakau. Pada peringatan tahun ini, World Health Organization menyoroti pentingnya perlindungan anak-anak dan remaja dari pengaruh industri tembakau yang dinilai semakin agresif dalam memasarkan produknya.
Dilansir dari laman resminya, WHO menegaskan bahwa jutaan anak dan remaja di seluruh dunia masih terpapar iklan, promosi, serta strategi pemasaran produk tembakau dan nikotin melalui berbagai platform, termasuk media digital. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong generasi muda untuk mulai mencoba produk yang berisiko menimbulkan ketergantungan dan berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
Dalam pernyataannya, WHO mendesak pemerintah di berbagai negara untuk memperkuat regulasi terkait penjualan, promosi, dan pemasaran produk tembakau. Organisasi kesehatan dunia itu menilai kebijakan yang tegas diperlukan guna membatasi akses anak-anak terhadap rokok konvensional maupun produk nikotin lainnya yang semakin beragam di pasaran.
Selain itu, WHO juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan desain produk, kemasan menarik, serta promosi melalui media sosial yang sering kali menyasar kelompok usia muda. Menurut organisasi tersebut, berbagai strategi pemasaran tersebut dapat menciptakan persepsi keliru bahwa produk tembakau dan nikotin tidak berbahaya.
Para pakar kesehatan menegaskan bahwa penggunaan tembakau pada usia dini dapat meningkatkan risiko penyakit serius di kemudian hari, termasuk gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan berbagai jenis kanker. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak usia anak dan remaja dianggap sebagai langkah penting dalam menekan angka perokok di masa depan.
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia juga menjadi kesempatan bagi berbagai lembaga kesehatan, sekolah, dan organisasi masyarakat untuk menggelar kampanye edukasi mengenai bahaya tembakau. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat bagi generasi muda.
WHO berharap seluruh negara dapat memperkuat komitmen dalam pengendalian tembakau melalui kebijakan yang berbasis kesehatan masyarakat. Dengan regulasi yang lebih ketat dan edukasi yang berkelanjutan, organisasi tersebut optimistis anak-anak dan remaja dapat terlindungi dari dampak buruk tembakau serta tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kehidupan yang lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....