Makan Diatas Jam 10 Malam Ganggu Metabolisme Tubuh
- 23 Mei 2026 15:20 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Sofyan Umarella mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan kebiasaan makan malam di atas pukul 22.00. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap metabolisme tubuh. Hal ini disampaikan dokter spesialis penyakit dalam Sofyan Umarella kepada RRI.
Dalam penjelasannya, Sofyan mengungkapkan adanya penelitian yang membandingkan waktu makan malam antara pukul 18.00 hingga sebelum pukul 22.00 dengan makan malam setelah pukul 22.00. Penelitian tersebut menggunakan porsi makanan yang sama, termasuk kandungan karbohidrat, lemak, dan komposisi nutrisi lainnya yang hampir identik. Namun hasil metabolisme tubuh menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan, kadar gula darah pada orang yang makan di atas pukul 22.00 cenderung meningkat lebih cepat dan bertahan lebih lama dibandingkan mereka yang makan lebih awal. Selain itu, proses pembakaran lemak atau Fat Oxidation juga mengalami penurunan, sehingga tubuh menjadi lebih sulit membakar lemak secara optimal.
Menurut Sofyan, kondisi tersebut terjadi karena tubuh mengalami kebingungan biologis antara waktu untuk beristirahat dan waktu untuk mengolah makanan. Hal itu berkaitan dengan terganggunya irama sirkadian, yakni jam biologis alami tubuh yang mengatur siklus tidur, metabolisme, hingga produksi hormon.
Ketika irama sirkadian terganggu, tubuh tidak mampu bekerja secara maksimal dalam memproses makanan pada malam hari. Akibatnya, gula darah dan kadar trigliserida dalam tubuh dapat meningkat lebih lama. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes dan kenaikan berat badan yang signifikan.
Sofyan juga mengingatkan bahwa kebiasaan makan larut malam dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mengatur pola makan dan menghindari konsumsi makanan berat mendekati waktu tidur.
Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan agar seseorang yang terbangun tengah malam dan merasa lapar memilih makanan dengan indeks glikemik rendah. Buah-buahan rendah gula atau karbohidrat ringan dinilai lebih aman dibandingkan makanan berat, karena tidak terlalu membebani metabolisme tubuh saat malam hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....