Overthinking di Malam Hari, Ini Penjelasan Psikolog
- 16 Mar 2026 19:57 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Banyak orang mengaku sering mengalami overthinking atau berpikir berlebihan ketika malam hari. Pikiran tentang pekerjaan, hubungan sosial, hingga berbagai kekhawatiran masa depan sering muncul justru saat tubuh sedang beristirahat.
Secara psikologis, kondisi ini bukan hal yang jarang terjadi. Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) wilayah Maluku Jeanete Ophilia Papilaya, M.Psi., Psikolog, kepada RRI menjelaskan bahwa malam hari merupakan waktu ketika aktivitas harian mulai berkurang dan pikiran memiliki ruang lebih luas untuk memproses berbagai pengalaman yang terjadi sepanjang hari.
Ketika seseorang tidak memiliki distraksi seperti pekerjaan atau aktivitas lain, otak cenderung kembali memikirkan hal-hal yang sebelumnya tertunda. Akibatnya, berbagai pikiran yang belum terselesaikan dapat muncul secara bersamaan dan memicu overthinking.
Selain itu, menurut Jeanete, kelelahan fisik dan mental setelah menjalani aktivitas seharian juga dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap berbagai persoalan. Dalam kondisi lelah, pikiran menjadi lebih mudah memfokuskan diri pada hal-hal yang menimbulkan kekhawatiran.
Overthinking di malam hari sering kali membuat seseorang sulit tidur karena pikiran terus bekerja tanpa henti. Jika kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, hal tersebut dapat memengaruhi kualitas istirahat dan kesehatan mental seseorang.
Jeanete juga menyarankan beberapa cara sederhana untuk membantu mengurangi kebiasaan berpikir berlebihan sebelum tidur. Salah satunya adalah dengan menenangkan pikiran melalui aktivitas ringan seperti membaca buku, menulis jurnal, atau melakukan teknik pernapasan.
Selain itu, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur juga dapat membantu pikiran lebih rileks. Cahaya dari layar ponsel atau perangkat elektronik diketahui dapat membuat otak tetap aktif sehingga sulit untuk benar-benar beristirahat.
Menjaga rutinitas tidur yang teratur juga menjadi langkah penting untuk membantu tubuh dan pikiran lebih siap memasuki waktu istirahat.
Dia menilai bahwa memahami cara kerja pikiran dan emosi merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan mental. Dengan mengelola pikiran secara lebih baik, seseorang dapat memperoleh kualitas tidur yang lebih baik sekaligus menjaga keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....