Guru di Aru Berbagi Pengalaman Hindari Penipuan Revitalisasi Sekolah

  • 07 Okt 2026 10:28 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Program Scam Ready ASEAN hadir perdana di Provinsi Maluku melalui edukasi keselamatan digital bagi guru dan siswa di sejumlah sekolah di Kepulauan Aru, Senin (5/10/2026). Kegiatan berlangsung secara daring dan serentak dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui inisiatif Kepala UPTD BTKI DIKBUD, Nurima Rumra, S.Pd.

Salah satu peserta, Pak Ode, guru pendamping SMAN 7 Kepulauan Aru, membagikan pengalaman ketika menerima informasi mengenai program revitalisasi sekolah. Informasi tersebut awalnya dipercaya karena sekolahnya memang termasuk calon penerima revitalisasi, namun kemudian pihak yang menghubungi meminta sejumlah uang.

Menurut Pak Ode, pihak yang menghubunginya menyampaikan bahwa sekolah akan mendapatkan empat bangunan melalui program revitalisasi. Namun, ketika diminta mengirimkan sejumlah uang, ia memilih tidak melanjutkan komunikasi dan tidak memenuhi permintaan tersebut.

“Saya mau cerita dulu sebelumnya saya operator sekolah SMA Negeri 7 Kepulauan Aru, pernah saya dapat informasi bahwa sekolah kami itu dapat revitalisasi,” ujar Pak Ode. Ia mengatakan dirinya mulai percaya karena sekolah memang merupakan calon penerima program, tetapi berhenti ketika diminta mengirimkan uang.

Pengalaman tersebut menjadi contoh bagaimana penipuan digital dapat memanfaatkan informasi yang benar untuk membangun kepercayaan calon korban. Dalam kasus tersebut, pelaku menggunakan informasi mengenai calon penerima revitalisasi sekolah sebelum mengarahkan korban pada permintaan transfer dana.

Program Scam Ready ASEAN yang digagas ASEAN Foundation bersama Google.org dan dilaksanakan bersama Kaizen Collaborative Impact sebagai Local Implementing Partner di Indonesia memberikan edukasi kepada guru mengenai cara mengenali risiko penipuan digital. Pelatihan yang berlangsung pada siang hari tersebut dibawakan Master Trainer Scam Ready ASEAN Muh. Iqbal Gunawan dengan penekanan pada pentingnya berpikir kritis dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Melalui edukasi tersebut, guru dan siswa di Kepulauan Aru didorong untuk melakukan verifikasi sebelum merespons informasi atau memenuhi permintaan dalam komunikasi digital. Kolaborasi ASEAN Foundation, Google.org, Kaizen Collaborative Impact, dan Disdikbud Provinsi Maluku diharapkan memperkuat budaya keselamatan digital di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....