Unpatti Dorong Transformasi Pembelajaran di Daerah Terpencil

  • 06 Sep 2025 08:08 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Tim Pengabdian Universitas Pattimura (Unpatti) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Transformasi Media dan Manajemen Pembelajaran di Wilayah Terpencil Provinsi Maluku melalui Augmented Reality (AR)” di SD Negeri 1 Waelata, Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, pada 29 Agustus – 2 September 2025.

Inisiatif ini menitikberatkan pada pelatihan pembuatan media ajar AR yang kontekstual dengan budaya lokal serta penguatan manajemen pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS) yang ramah terhadap kondisi jaringan sekolah di wilayah 3T.

Selama tiga hari, para pendidik mengikuti sosialisasi dan baseline assessment, lokakarya intensif pembuatan konten AR tematik (IPA, IPS, dan Bahasa) berikut perencanaan pembelajaran, rubrik, dan strategi asesmen digital, uji coba di kelas, serta refleksi, finalisasi SOP, dan penyiapan repositori konten untuk keberlanjutan.

Ketua Tim Pengabdian, Paul Arjanto selaku Koordinator Program Studi S2 Manajemen Pendidikan sekaligus Dosen S1 dan S3 Administrasi Pendidikan Unpatti menegaskan, target program ini bukan sekadar memperkenalkan teknologi, melainkan menormalkan praktik pengajaran berbasis digital yang relevan dengan konteks kepulauan.

"Olehnya itu desain AR dan LMS diarahkan tetap ringan, terukur, dan berkelanjutan karena relevan dengan konteks kepulauan," ujarnya.

Implementasi Learning Management System (LSM) dan Augmented Reality (AR) di Kelas V SD Negeri 1 Waelata

Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Waelata, Jayus, mengatakan setelah pelaksanaan kegiatan, guru mampu merancang media AR yang interaktif dan kontekstual serta memakainya secara konsisten di kelas yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

"Terdapat pula peningkatan kemampuan manajemen pembelajaran dimana sebelumnya guru belum memiliki sistem digital, sekarang sudah mandiri mengelola pembelajaran berbasis LMS, dilengkapi monitoring, asesmen digital, dan pembelajaran kolaboratif yang relevan," jelasnya

Selanjutnya untuk diketahui, rangkaian kegiatan transformasi media dan manajemen pembelajaran di wilayah terpencil Provinsi Maluku dipimpin oleh Paul Arjanto (Fasilitator Manajemen Pembelajaran Digital dan Augmented Reality, bersama Fransheine Rumtutuly (Pedagogi dan Modul LMS Berbasis Budaya Lokal) dan Izak Jakobis Makulua (Teknologi Pembelajaran dan Integrasi LMS) serta Riki Rikardo Latuihamallo (Media Pembelajaran dan Integrasi AR - (Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan, Universitas Pattimura).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....