Kota Musik Dunia Tantang Ambon Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

  • 04 Mei 2025 20:49 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Penetapan Ambon sebagai Kota Musik dunia oleh UNESCO sejak 31 Oktober 2019 bukan hanya soal pengakuan terhadap kekayaan musikalnya, tetapi juga komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

"Melalui Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN), Ambon kini didorong untuk menempatkan Agenda 2030 sebagai poros dalam setiap strategi pembangunan," tutur Direktur AMO, Ronny Loppies kepada RRI, Minggu (4/5/2025).

Loppies menjelaskan, Kota Musik dalam konteks UNESCO adalah kota yang memanfaatkan kreativitas, inovasi, dan musik sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya secara inklusif. Saat ini, terdapat 75 Kota Musik di dunia termasuk Ambon dan Suphanburi.

Sebagai anggota aktif UCCN, Ambon diharapkan konsisten berkontribusi dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan global.

Lebih jauh, keterlibatan Ambon dalam forum seperti Konferensi Tahunan UCCN membuka peluang pertukaran ide dan kerja sama dengan kota-kota lain, termasuk dari negara berkembang.

"Dalam konteks ini, Ambon tak hanya memproduksi musik, namun juga memproduksi masa depan melalui harmoni pembangunan," tutup Loppies

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....