Seorang Siswa di Malra Tewas Ditangan Oknum Brimob

  • 19 Feb 2026 22:19 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Perilaku tak beradab ditunjukan oknum anggota anggota Brimob Pelopor C Kota Tual. Sikapnya, bak preman itu membuat seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Negeri Maluku Tenggara (Malra), Arianto Tawakal (14), tewas.

Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Negeri Maluku Tenggara (Malra) itu, dilaporkan meninggal dunia diduga usai menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob Pelopor C Kota Tual, Kamis (19/2/2026).

Korban yang merupakan siswa kelas IX MTs Malra itu sempat menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT.

Dari keterangan kakak korban, Nasri Karim (15) yang diperoleh media ini, menerangkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan sekitar RSUD Maren, Kota Tual.

“Iya benar, pada saat itu oknum Brimob melompat dan memukul almarhum menggunakan helm,”kata Nasri.

Dijelaskan, akibat pukulan tersebut korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi menyamping dan terseret beberapa meter.

Motor yang masih melaju kemudian menabrak dirinya hingga menyebabkan patah tangan.

“Sementara korban masih sedikit sadar, tapi terjadi pendarahan dari mulut dan hidung, serta benturan di belakang kepala,” jelasnya.

Nasri juga mengungkapkan, setelah kejadian itu ada oknum Brimob lainnya yang melompat dari trotoar dan menegur rekannya dengan mengatakan, “kenapa pukul pakai helm”. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun demikian, menurut Nasri, oknum Brimob tersebut sempat memaksa agar kejadian itu diakui sebagai aksi balapan liar. Ia membantah tudingan tersebut.

“Bukan balapan, saat itu jalan menurun sehingga motor otomatis melaju kencang,”ungkapnya.

Ia juga menyesalkan perlakuan oknum Brimob tersebut terhadap korban saat hendak dibawa ke rumah sakit.

“Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” katanya penuh kesal.

Pihak keluarga menilai peristiwa pemukulan itu merupakan tindakan penganiayaan murni. Setelah sempat dirawat intensif, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan peristiwa penganiyaan tersebut.

Rekomendasi Berita