Cerita Dibalik Lagu "Parlente", Single Terbaru Penyanyi Ambon Phaet Selanno

  • 28 Sep 2026 17:47 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Penyanyi asal Ambon, Phaet Selanno, mengungkapkan proses kreatif di balik lagu terbarunya berjudul ‘Parlente’. Lagu tersebut disebut tercipta dalam waktu singkat, yakni hanya satu hari, berangkat dari istilah yang akrab digunakan masyarakat Ambon dalam percakapan sehari-hari.

Phaet Selanno menjelaskan, ide lagu Parlente muncul dari kebiasaannya mendengar masyarakat Ambon menggunakan kata “parlente” sebagai ungkapan dalam percakapan. Menurutnya, istilah tersebut kemudian terasa menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah karya musik.

“Parlente itu bikin liriknya cuma satu hari,” ujar Phaet dalam wawancara pada program Teras Musik Amboina.

Flyer Teras Musik Ambpina bersama musisi Phaet Selanno - foto dok RRI

Dalam proses produksinya, Phaet melibatkan Diego untuk mengisi bagian rap sekaligus memberikan sentuhan Melayu pada lagu tersebut. Perpaduan antara vokal, rap, dan nuansa Melayu menjadi salah satu karakter dalam lagu Parlente.

Selain proses pembuatan lagu yang berlangsung cepat, video klip Parlente juga memiliki cerita tersendiri. Phaet mengatakan, beberapa bagian video klip direkam di Singapura ketika lagu tersebut masih dalam tahap demo.

Setelah kembali ke Jakarta, proses pengambilan gambar dilanjutkan di salah satu lokasi yang dinilai sesuai dengan konsep video. Phaet menyebut proses produksi video tersebut dilakukan bersama rekannya yang juga menangani proses penyuntingan.

Menurut Phaet, pembuatan video klip tidak selalu membutuhkan proses yang rumit. Ide dan imajinasi menjadi hal penting dalam menentukan konsep maupun lokasi pengambilan gambar.

“Yang penting berimajinasi saja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Phaet juga berbicara mengenai karakter musik yang selama ini dibawakannya. Ia menyebut dirinya lebih banyak berada di jalur musik pop, meskipun dalam beberapa karya menyesuaikan dengan karakter pasar dan perkembangan musik yang sedang diminati pendengar.

Phaet menilai musik Ambon memiliki karakter tersendiri, terutama pada karya-karya yang berkembang dan viral di tengah masyarakat. Ia menyebut Tabola Bale dan Parlente sebagai contoh lagu dengan karakter musik Ambon yang mampu mendapatkan perhatian luas.

Dalam aktivitasnya sebagai penyanyi, Phaet juga kerap tampil di kafe dan berbagai tempat hiburan. Ia mengatakan, salah satu lagu yang paling sering diminta oleh penonton saat tampil adalah Tabola Bale.

Dalam satu kali penampilan, Phaet biasanya membawakan dua set dengan durasi masing-masing sekitar 60 menit. Dalam satu set, ia dapat membawakan sekitar 12 hingga 15 lagu. Jika tampil bersama dua rekannya, mereka juga mengandalkan harmonisasi vokal dalam penampilan.

Phaet mengaku pengalaman tampil di berbagai daerah turut memberikan cerita menarik. Salah satunya ketika dirinya tampil di Lampung dan mendapat perhatian dari seorang warga negara asing yang meminta lebih banyak lagu berbahasa Inggris.

Meski demikian, Phaet menjelaskan bahwa seorang penyanyi juga perlu menyesuaikan diri dengan karakter penonton sekaligus memperkenalkan musik dan budaya Indonesia kepada mereka.

Ia menambahkan, permintaan lagu dari penonton terkadang juga berada di luar genre yang biasa dibawakannya. Namun, kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika seorang penyanyi ketika tampil di depan publik.

Melalui karya dan penampilannya, Phaet berharap musik yang dibawakannya dapat terus dinikmati masyarakat sekaligus memperkenalkan warna musik Ambon kepada pendengar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....