Car Free Night Ambon 2026 Jadi Ruang UMKM Kreatif, Sambut Peserta Sail to Indonesia

  • 29 Jul 2026 12:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Kota Ambon menghadirkan Car Free Night (CFN) 2026 sebagai ruang publik yang memadukan pengembangan ekonomi kreatif, promosi pariwisata, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Welcome Ceremony bagi peserta Sail to Indonesia 2026 yang berlangsung di kawasan pusat Kota Ambon, Selasa 28 Juli 2026.

Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si, saat membuka kegiatan mengatakan, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp1.757 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 20,47 juta orang.

Di Kota Ambon sendiri, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sekitar 1,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau setara kurang lebih Rp150 miliar. Karena itu, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen terus berperan sebagai inkubator dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

"Kami berharap pada tahun-tahun mendatang akan lahir berbagai startup dari Kota Ambon yang bergerak di sektor ekonomi kreatif," kata Wattimena.

Menurutnya, penyelenggaraan Car Free Night menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menyediakan ruang bagi pelaku UMKM, khususnya yang berbasis industri kreatif, untuk memasarkan produk, memperluas jaringan usaha, sekaligus memperkuat kapasitas menuju UMKM yang mandiri.

Kegiatan tersebut dikemas dengan melibatkan berbagai komunitas dalam satu ekosistem ekonomi kreatif, dengan musik sebagai penggerak utama yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik masyarakat maupun wisatawan. Pemerintah Kota Ambon juga mencanangkan Car Free Night sebagai agenda yang akan diselenggarakan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Ambon juga menyambut 55 peserta Sail to Indonesia 2026 yang telah hadir di Kota Ambon menggunakan 19 kapal layar dari berbagai negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, Prancis, Swedia, dan Selandia Baru.

Para peserta akan menempuh sejumlah destinasi di Indonesia, dimulai dari Kota Tual, Banda Neira, Ambon, Buru, Buton, Wakatobi, Lombok, Bali, hingga berakhir di Batam sebagai titik keluar (exit point). Program ini merupakan agenda nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pariwisata RI untuk mempromosikan destinasi wisata daerah, memberdayakan ekonomi lokal, dan mempercepat pembangunan wilayah maritim.

Wali Kota mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi wisata Kota Ambon melalui pelayanan yang ramah, menciptakan rasa aman bagi wisatawan, serta mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan kunjungan ke daerah.

Ia juga berharap para penyelenggara kegiatan atau event organizer dapat mengoptimalkan agenda kunjungan lapangan peserta Sail to Indonesia, sehingga meskipun waktu kunjungan relatif singkat, para wisatawan tetap memperoleh pengalaman terbaik selama berada di Kota Ambon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....