Energizing Maluku Dorong UMKM Naik Kelas, Tanimbar Jadi Sasaran Berikutnya

  • 13 Sep 2026 14:31 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Energizing Maluku tidak hanya menyasar penciptaan lapangan kerja dan kewirausahaan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui kemitraan dengan BUMN, perusahaan swasta dan berbagai pelaku usaha. Ketua Majelis Latupati Kota Ambon Reza Valdo Maspaitella mengatakan, penguatan UMKM menjadi salah satu dari tiga segmentasi utama dalam gerakan Energizing Maluku.

“Bagaimana mereka bisa menjadi subkontraktor, mereka bisa menjadi supplier, bisa menjadi macam-macam. Kita mulai merajut usaha-usaha yang di Maluku dari sekecil apa pun sampai yang sebesar apa pun kita hubungkan,” kata Reza Sabtu(12/9/2026).

Untuk mendukung target tersebut, Energizing Maluku akan membangun forum business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan BUMN, perusahaan swasta, APINDO, IWAPI, HIPMI dan berbagai organisasi maupun pelaku usaha lainnya. Reza menilai, pola kolaborasi diperlukan karena pelaku UMKM di satu wilayah kerap menghadapi kendala dalam menjangkau pasar dan peluang usaha di daerah lain.

Karena itu, Energizing Maluku dirancang sebagai platform yang mempertemukan berbagai pihak agar program pengembangan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau kita masing-masing membuat sendiri-sendiri, bukan tidak efektif, tapi dia tidak berdampak besar. Kadang-kadang itu bisa juga seperti membuang-buang garam ke laut. Tetapi kalau kita bisa masuk bersama-sama dalam sebuah gerakan, dalam satu kapal, maka ini bisa terjadi,” katanya.

Dalam gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku, Kadin, Majelis Adat, Bank Indonesia, OJK, BUMN, dunia usaha dan organisasi lainnya akan dilibatkan. Hope Worldwide juga digandeng sebagai program manager untuk membantu mengelola pembinaan secara berkelanjutan.

Reza mengatakan, Energizing Maluku tidak akan berhenti di Kota Ambon. Setelah tahap awal dilaksanakan dan dievaluasi, gerakan tersebut direncanakan diperluas ke sejumlah kabupaten/kota di Maluku.

Tanimbar menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan sebagai lokasi berikutnya, kemudian dilanjutkan ke Buru, Kei, Maluku Tengah dan daerah lainnya.

“Supaya orang tahu Maluku bukan hanya Ambon saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, perluasan program akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pada minggu ketujuh. Evaluasi tersebut akan mengukur jumlah anak muda yang memperoleh pekerjaan, jumlah wirausaha yang mendapatkan pembiayaan serta jumlah UMKM yang berhasil menjalin kemitraan dengan BUMN maupun perusahaan swasta.

Reza berharap pola tersebut terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga masyarakat di seluruh Maluku memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Targetnya adalah bagaimana capaian nanti di minggu ketujuh kita lihat hasilnya apa. Berapa banyak perusahaan yang akhirnya bisa bermitra dengan BUMN, bermitra dengan impact, berapa banyak wirausaha yang punya keinginan akhirnya dibiayai, berapa banyak anak-anak Maluku yang akhirnya punya pekerjaan dari hasil ini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....