UMKM: Wajah Budaya Bangsa Indonesia
- 23 Mei 2025 10:38 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : UMKM bukan hanya sekedar penggerak ekonomi, tapi juga penjaga budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat di tengah globalisasi.
Indonesia dapat belajar dari Jepang dan Korea Selatan dalam menjadikan UMKM sebagai wajah budaya bangsa.
"Di kedua negara tersebut, UMKM tidak hanya berfungsi sebagai pilar ekonomi, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya," tutur Pengamat Budaya dan Ekonomi Kreatif, Harry Waluyo kepada RRI, Jumat (23/5/2025).
Waluyo mengatakan, Jepang, melalui produk seperti keramik Kyo-yaki dan tekstil Nishijin, berhasil memadukan tradisi dengan sentuhan modern yang menarik minat generasi muda. Pemerintah Jepang mendukung penuh melalui subsidi, pelatihan, dan promosi dalam festival budaya seperti Kyoto Gion Matsuri.
Korea Selatan juga menunjukkan keberhasilan melalui Hallyu, gelombang budaya populer dari K-pop hingga kuliner. Produk budaya seperti hanbok dan kimchi dikemas menarik dan berhasil menembus pasar global.
Pemerintah Korea bahkan membentuk badan khusus seperti KOCCA yang memberikan pendanaan, pelatihan digital, dan akses ekspor kepada pelaku UMKM. Nilai ekspor produk budaya Korea mencapai 12 miliar dolar AS pada 2022.
Sementara di Indonesia, UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam hal akses pasar, inovasi produk, dan dukungan regulasi budaya.
"Program Bangga Buatan Indonesia menjadi langkah awal, tetapi perlu pemerataan implementasi di seluruh wilayah," tegas Waluyo.
Ia juga menegaskan, tiga hal yang dapat diadaptasi Indonesia dari Jepang dan Korea Selatan:
• Kebijakan terpadu dengan pelatihan dan subsidi.
• Inovasi produk dengan sentuhan lokal.
• Promosi digital yang melibatkan festival budaya dan media sosial.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan budaya sejak usia dini agar tumbuh kecintaan pada budaya lokal.
"UMKM adalah duta budaya yang berpotensi mengangkat identitas bangsa ke panggung dunia jika didukung oleh komitmen kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat," tutup Waluyo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....