OJK Dukung Pertumbuhan Kredit Ditengah Ketidakpastian Ekonomi Global

  • 12 Mar 2026 07:21 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku siapkan jurus untuk terus mendorong pertumbuhan kredit pada Tahun 2026.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf,menyampaikan untuk tahun ini ditargetkan penyaluran kredit perbankan melampaui Rp1 triliun.Untuk menjaga momentum penyaluran kredit ke depan, OJK menempuh sejumlah strategi.Salah satunya melakukan monitoring ketat terhadap implementasi berbagai roadmap pengembangan industri perbankan, mulai dari Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I), Roadmap Perbankan Syariah (RP3SI), Roadmap BPR/BPRS (RP2B), hingga Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah (RPBPD).Roadmap tersebut menjadi acuan arah pengembangan industri perbankan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memastikan berbagai inisiatif pendukung pertumbuhan kredit berjalan sesuai rencana.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik, OJK menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga. Dari sisi pengawasan, OJK terus mendorong perbankan agar konsisten menerapkan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

“Target kami di 2026 ini penyaluran kredit harus capai bila perlu lebih dari Rp1 triliun,”kata Andi dalam kegiatan OJK Maluku Bastori sekaligus Buka Puasa bersama wartawan di Ambon, Rabu 11 Maret 2026.

Untuk kondisi industri jasa keuangan di Maluku secara umum masih terjaga stabil dengan risiko yang relatif terkendali. Pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan di wilayah tersebut berada di kisaran sekitar 5 persen.

Andi menyebut untuk sektor perbankan syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, yakni mencapai sekitar 20,54 persen.Meski begitu, pangsa pasar perbankan syariah masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total industri perbankan di Maluku. Total aset perbankan syariah tercatat sekitar Rp1 triliun, sementara total aset perbankan di Maluku mencapai sekitar Rp34 triliun.

“Penyaluran pembiayaan perbankan syariah tumbuh cukup tinggi bahkan mencapai sekitar 20 persen. Tapi secara keseluruhan pertumbuhan kredit masih didominasi perbankan konvensional,”ungkapnya

Selain sektor perbankan, Andi menyebut sektor jasa keuangan lain seperti pasar modal dan perusahaan pembiayaan juga menunjukkan perkembangan positif. Jumlah investor pasar modal di Maluku tercatat terus meningkat dengan pertumbuhan mencapai 21,6 persen. Sementara itu, program pembiayaan ultra mikro melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) juga terus berkembang. Program Mekaar tercatat memiliki sekitar 53.000 nasabah dengan total penyaluran pembiayaan mendekati Rp300 miliar.

OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini tengah melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 untuk memperbarui data tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.Hasil survei sebelumnya menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional mencapai sekitar 60 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada pada angka 80,5 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....