OJK Maluku Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat melalui Program GENCARKAN

  • 10 Mar 2026 09:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi, salah satunya Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Maluku, Novian Suhardim dalam dialog di Pro1 RRI Ambon mengatakan OJK memiliki peran utama sebagai pengatur dan pengawas industri jasa keuangan agar pengelolaan dana masyarakat berjalan dengan baik dan tetap menjaga stabilitas sektor keuangan.

Menurutnya, dana masyarakat yang dihimpun oleh lembaga keuangan seperti perbankan, asuransi, hingga pasar modal harus dikelola secara profesional dan transparan sehingga tidak menimbulkan risiko atau moral hazard yang dapat mengganggu sistem keuangan.

Selain fungsi pengaturan, OJK juga melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan melalui pemeriksaan secara langsung (on-site) maupun tidak langsung (off-site). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh lembaga keuangan menjalankan operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

“OJK juga menjalankan fungsi pelindungan konsumen, salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan,” kata Novian.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai sekitar 66 persen. Artinya, dari 100 orang, baru sekitar 66 orang yang memiliki pemahaman mengenai lembaga dan produk sektor jasa keuangan.

Untuk menutup kesenjangan tersebut tambah Novian, OJK melalui program GENCARKAN menargetkan edukasi keuangan dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Maluku, bahkan hingga tingkat kecamatan.

“Melalui program ini kami ingin masyarakat semakin memahami cara mengelola keuangan dan mengenal produk-produk jasa keuangan secara lebih baik,” ujarnya.

Rekomendasi Berita